Namun, kemeriahaan itu justru membawa kegelisahan bagi promotor arbpro dan Robagu Kreasi. Mereka merasa ada yang salah dengan 'tren' tersebut sehingga siap menggelar konser khusus untuk musisi negeri sendiri. Maka, terwujudlah Konser Cinta Musik Indonesia (KCMI).
"Ini sebetulnya kegalauan saya menghadapi anak saya dan anak teman-teman saya. Mereka mati-matian minta uang kepada orangtuanya untuk menyaksikan konser musik luar negeri. Tapi kalau artis-artis Indonesia anak-anak itu nggak pernah ngemis-ngemis. Jadi, saya rasa ada masalah sama anak muda saat ini," buka pendiri arbpro, Arthur Bangun saat jumpa pers di Kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikumpulkanlah 11 band kenamaan. Ada Float, White Shoes & The Couples Company, Teza Sumendra, The S.I.G.I.T., Sore, Endah N Resha, Payung Teduh dan Naif. Ditambah lagi tiga penampilan yang masuk kategori 'Special Show' yakni Maliq & D'Essentials Afgan dan Sheila On 7.
"Kami tidak melihat musisi yang tampil adalah perwakilan label atau non-label. Kami akan menampilkan mereka semua di tiga panggung selama seharian penuh," timpal Artha Bangun.
KCMI akan digelar 31 Oktober di Istora Senayan Jakarta. Untuk tiket, dibagi ke dalam tiga klasifikasi. Pertama adalah tiket masuk sekaligus tiket festival KCMI 2015 yang dihargai Rp 150 ribu. Dengan begini, penonton yang hadir dapat menyaksikan delapam penampilan.
Untuk menyaksikan tiga musisi di 'Special Show, maka dibebankan lagi tiket seharga Rp 250 ribu per penampil. Sedangkan yang ingin membeli tiket terusan (festival dan special show), dibanderol Rp 800 ribu.
"Nikmatilah musisi Indonesia secara off air dan beli tiketnya. Jangan cuma nonton di TV karena akan ada energi yang besar," turup gitaris The S.I.G.I.T. yang turut hadir, Farri.
(mif/mmu)











































