Fokus utama aktris Asri Welas saat ini sepenuhnya tercurah pada kesehatan putra keduanya, Rayyan Gibran Ridha Rahardja atau yang akrab disapa Ibran. Ibran masih berjuang melawan katarak kongenital yang diidap sejak lahir.
Asri Welas kini tengah mendalami kemungkinan prosedur medis lanjutan di Korea Selatan. Keputusan ini diambil untuk memantau lebih dalam kondisi sel-sel saraf dan otak Ibran yang belakangan menunjukkan gejala seperti gangguan keseimbangan.
Asri Welas menjelaskan pemeriksaan di Korea Selatan tidak hanya sebatas pada indera penglihatan, tetapi juga mencakup pemetaan sel otak secara menyeluruh. Ia ingin memastikan apakah terapi stem cell merupakan solusi yang tepat bagi tumbuh kembang Ibran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan ini sangat krusial mengingat adanya keluhan fisik yang dialami putranya saat melakukan aktivitas sehari-hari.
"Sekarang konsennya matanya Ibran dulu, tapi kita juga periksa kepalanya untuk tahu tentang sel-sel otaknya. Kita lagi cari tahu apakah Ibran ini perlu stem cell atau apa," kata Asri Welas saat ditemui di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2026).
Langkah medis ke luar negeri ini juga bertujuan untuk menghindari terjadinya kesalahan diagnosis yang dikhawatirkan dapat berakibat fatal. Bintang sinetron Suami-Suami Takut Istri itu menekankan prosedur stem cell memiliki risiko tersendiri yang tidak bisa disepelekan.
Sebelum tindakan tersebut dilakukan, serangkaian tes skrining harus dijalankan Ibran guna memastikan tubuhnya benar-benar siap dan tidak memiliki bibit penyakit lain yang bisa terpicu oleh terapi sel tersebut.
"Tapi stem cell itu gak main-main, kita harus cek dulu apakah ada sel kanker atau gak. Karena stem cell itu bisa memicu penyakit yang berbahaya kalau fungsinya gak tepat, jadi memang harus dicek semuanya," terang Asri Welas.
Lebih lanjut, Asri Welas menceritakan bagaimana Ibran terkadang mengalami rasa pusing yang hebat hingga kehilangan keseimbangan saat berdiri atau berjalan. Hal inilah yang mendorongnya untuk segera melakukan konsultasi dengan spesialis saraf di Korea Selatan guna mendapatkan penanganan medis tingkat lanjut.
"Anakku yang besar ini sudah tahu, maminya mau cari stem cell buat adiknya karena Ibran kadang merasa pusing sampai mau jatuh, itu kan bahaya. Makanya kita mau tahu apa yang ada di selnya Ibran," jelasnya.
Harapan terbesarnya adalah agar Ibran bisa mendapatkan penanganan terbaik. Ia berharap diagnosis yang dihasilkan benar-benar akurat.
"Jangan sampai salah diagnosa lagi kayak yang sebelumnya. Aku ingin Ibran sehat secepat mungkin, makanya rencana ini aku matangkan betul," pungkasnya.
(ahs/pus)











































