Pongki mengajak sekitar 200 peserta workshop untuk sedikit menengok ke 2008, saat dirinya memutuskan vakum dari band Jikustik yang turut ia dirikan pada Februari 1996 silam. Kala itu, Pongki merasa sisi kreativitasnya sebagai individu kurang bisa berkembang.
Bersama dengan beberapa frontman band lain, ia kemudian re-branding dengan membentuk The Dance Company dengan karakter yang benar-benar berbeda dari band sebelumnya. Saat ia membentuk band tersebut, industri musik sedang di kuasai band-band dengan lagu bertema melayu.
"Kita sengaja cari perhatian, pakai baju perlente, dan sikap arogan," kata Pongki.
Baca Juga: Begini Kunci Bikin Komik Strip jadi Viral
Tujuan Pongki ikut mendirikan The Dance Company dengan konsep nyeleneh dan rebel, memiliki goal agar bandnya jadi bintang iklan. "Kita tidak berpikir untuk The Dance Company untuk tur karena kita bapak-bapak yang suka antar anak ke sekolah," lanjut musisi kelahiran 16 November 1977 itu.
Dengan konsep matang, Pongki Cs membuka celah pemasukan bukan hanya dari panggung saat bermusik. Karena menurutnya, hasil yang didapat dari iklan sama dan bahkan lebih besar dengan rangkaian tur yang melelahkan.
"Jadi kita harus work smart, jangan hanya hard work," kata musisi yang sudah sukses membuat lagu-lagu hits dari Jikustik hingga untuk Chrisye.
"Stay creative. Kalau nyanyi saja, dari dulu saya sudah tenggelam," katanya.
(ich/tia)










































