Itu sebabnya konser perdananya di Jakarta, 26 Maret 2015 di Istora Senayan harus spesial. Megah namun intim dipersiapkan tim promotor sebagai konsep utama konser bertajuk 'Sturt World Tour' itu.
"Dari awal Lenny sudah meminta panggung indoor dan tidak mau terlalu besar. Dia juga tidak mau bermain di festival-festival musik, tidak mau terlalu massal. Makanya kita pilih Istora Senayan, kapasitasnya itu besar namun yang dipakai hanya 6-7 Ribu," tutur perwakilan pihak penyelenggara, Variant Entertainment, Triadi Noor, saat jumpa pers di Hard Rock Cafe, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat di beberapa tur terakhir, dia selalu mengajak penonton wanita ke belakang panggung buat nyanyi bareng. Siapa tahu saja di Jakarta besok juga begitu. Jadi, gadis-gadis Indonesia, bersiaplah," ujarnya sembari tertawa.
Selain itu rencana untuk menggunakan penampil pembuka juga sempat tercetus atas permintaan manajemen musisi 50 tahun itu. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan.
"Lenny meminta pakai 'opening act', tapi sejujurnya kita cukup ribet. Karena kita harus buat dua set panggung, nggak mungkin band lokal nanti pakai alatnya Lenny. Ya, walaupun begitu, kita sudah mengajukan siapa band opening-nya," ujar Triadi lagi berahasia.
'Sturt World Tour' merupakan rangkaian dari promosi album terbaru miliknya 'Strut' yang rilis tahun ini. Album ke-10 itu rencananya akan dibawa Lenny berkeliling benua Amerika, Asia sampai Australia tahun depan.
(mif/mmu)











































