Namun, itu yang terjadi pada band bernama Sabua. Band yang seluruh anggotanya merupakan orang Maluku itu, membawakan ulang lagu-lagu daerah asal mereka dengan aransemen yang menarik di debut albumnya.
"Kami ingin mempertahankan lagu-lagu daerah biar nggak ketutup sama hal baru itu. Mungkin anak-anak sekarang belum pernah dengerin lagu-lagunya, ya kami coba untuk memperdengarkannya," ujar vokalis Sabua, Aldisyah, saat ditemui di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musik itu bahasa internasional. Biarkan musiknya yang akan berbicara. Liriknya akan sampai nantinya. Daripada cuma maen-maen doang, akhirnya bikin album. Supaya budaya Maluku makin luas," tambah Aldisyah lagi.
Mengenai nama Sabua, ada makna hebat yang terkandung di dalamnya, sekaligus menjadi tujuan band itu dibentuk. "Sabua itu artinya tempat pesta atau tenda, semua bisa kumpul disitu. Ya, kami buat musik yang sederhana tapi, semua orang bisa kumpul untuk mendengarkan," tambah sang vokalis lagi.
"Semoga kehadiran kami menjadi triger teman lain untuk mengeluarkan sesuatu yang berbahasa daerah. Bukan cuma Maluku, tapi semoga daerah lain mau mencoba seperti kami," pungkas Aldisyah.
(hap/kmb)











































