Tak langsung bermusik ria, seluruh orang yang hadir di festival yang memasuki tahun keempat itu lebih dulu melakukan senam pagi. Meski panas, Tanakita Camping Ground, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat, tempat berlangsungnya acara memberikan angin sejuknya.
Di hari Sabtu (1/11/2014) ini, RRREC Fest in the Valley 2014 dibuka dengan workshop dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK). Tema yang diangkat tentang kebebasan berekspresi akan peraturan pemerintah yang dianggap tidak penting, dalam hal ini diangkat contoh UU ITE yang mengatur dunia digital.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turun menuju lembang, dua panggung utama yang dari kemarin teronggok, akhirnya berbunyi. Sejumlah musisi didaulat bermain di panggung 1 dan 2. Sebagai adalah pembuka band alternatif asal Jakarta, Backwood Sun.
Menuju sore membuat matahari tak lagi begitu menyengat. Penonton pun asik menggelar tikarnya, beberapa membeli es krim dan kue pancong sebagai teman.
Selesai Backwood Sun, Bangkutaman naik panggung. Namun, baru sebentar penampilan grup asal Jakarta itu, hujan turun mengguyur Situ Gunung. Penonton bersorak-sorai, panitia membagikan jas hujan kepada penonton yang masih ingin menyaksikan.
Makin lama hujan semakin deras. Secara paksa memberhentikan penampilan band pelantun hits 'Ode Buat Kota' itu. Sekitar 30 menit, hujan mulai reda dan Acum, Irwin dan Dedyk kembali menggebrak lewat tembang-tembang folk rock yang menghangatkan dinginnya Tanakita Camp Ground.
Menariknya, Bangkutaman membawakan sebuah lagu baru yang menceritakan tentang RRREC Fest in the Valley 2014. Lagu tersebut diciptakan dari lirik-lirik yang diunggah penggemar mereka melalui Facebook.
Musisi alternatif lain, Ramayana Soul dan AriReda melanjutkan kemeriahan RRREC Fest in the Valley hari ke-2. Malam nanti, giliran Pandai Besi, Rabu, Jirapah, Matajiwa dan Pure Saturday. Kalian ingin berdisko, para musisi lokal akan menghibur tepat tengah malam.
(hap/dal)











































