Para musisi gaek itu tidak mau lagi membuat penggemarnya menunggu. Milland Petroza Cs menghujam dengan lagu 'Phantom Antichrist'.
"Saya ingin melihat, moshing-pit yang paling kacau dalam sejarah Hammersonic. Kalian siap, Jakarta?" Tantang vokalis Mille-sapaan akrab Milland Petroza--kepada metalheads disambut 'Flood Into Fire' yang cadas.
Ada di panggung trash metal sejak 1982, tidak sedikit pun ada raut kelelahan di wajah para personel yang sudah merilis 13 album, mulai dari tahun 1985. Malah, mereka tetap beringas kala membawakan single hits lawas, 'Pleasure To Kill'.
'Phobia', People Of the Lie' dan 'Hordes of Chaos' menyusul kemudian. Mengiringi berakhirnya Hammersonic 2014, Minggu (27/4/2014) di Lapangan D Senayan, Jakarta Pusat.
"Untuk Kreator, datang ke Indonesia bukan hanya sekedar konser. Tapi sebuah keistimewaan. Indonesia adalah tempat yang spesial bagi Kreator," tambah Mille.
Gema di barisan penonton masih terjadi saat Kreator menyanyikan 'Enemy of God', 'Civilization Collapse' dan Violent Revolution'. Sekali lagi, Mille, menunjukkan rasa terima kasihnya untuk Indonesia. Bahkan, bisa dibilang cukup mengharukan.
"Terima kasih Indonesia, terima kasih Hammersonic telah membawa Kreator kembali. Kalian telah memberikan pengalaman dan kebrutalan yang sama, seperti sembilan tahun yang lalu," ujarnya lagi disambut tepuk tangan paling meriah sepanjang festival berlangsung.
Sang vokalis tiba-tiba mengibarkan bendera kebangsaan Kreator yang bertuliskan 'Flag Of Hate'. Hal itu pertanda bahwa festival metal terbesar se-Asia Tenggara itu sudah harus ditutup.
Metalheads menyiapkan 'moshing-pit' terbaik dan terbesar mereka dan Kreator menyambut lewat hits penutup 'Flag Of Hate/Tormentor'. Tepat pukul 02.00 WIB Hammersonic 2014 pun usai.
Hammersonic membuktikan masih menjadi magnet festival musik metal di Indonesia yang asyik. Sampai jumpa di Hammersonic 2015!
(hap/ich)











































