Dua lagu tersebut pun menandkan, konser Il Divo bertajuk 'A Musical Affair: The Greatest Songs Of Broadway Live' dibuka.
"Selamat malam Indonesia. Sangat senang bisa kembali ke sini untuk kelima kalinya," buka personel pertama, Carlos MarΓn dari atas panggung.
"Malam ini kita akan menyanyikan banyak lagu. Akan banyak juga lagu dari album terbaru kita, 'Musica Affair'. Soundtrack yang hits di seluruh dunia serta beberapa lagu musikal," sambung personel lainnya Urs BΓΌhler.
"Hal yang menjadikan traveling adalah anugerah, yaitu ketika bisa bertemu dengan banyak orang-orang hebat. Salah satunya kalian," timpal Se;bastien Izambard.
Setelah teman-temannya berpidato, personel terakhir, David Miller tidak mau kalah. Dirinya berbicara tentang awal mula kariernya dahulu, tentang lagu pertama yang dinyanyikannya saat pentas, 'If Ever I Would Leave You'. Dan, tepat setelahnya lagu merdu tersebut langsung dinyanyikan.
Janji untuk membawakan hits-hits dunia secara Broadway ditepati oleh empat pria lintas benua tersebut. 'Can You Feel the Love Tonight', 'Unchained Melody' sampai dan 'Memory' disulap begitu megah.
Mengingat Broadway, maka artistik panggung jelas disesuaikan. Tata lampu sederhana namun cantik membalut romantis 2000an penonton yang duduk nyaman di The Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2014) tempat berlangsungnya konser kelima Il Divo. Sinar-sinar biru, hijau dan merah saling silang bak tirai yang mewah.
Setelah mata, giliran telinga penonton yang dimanjakan dengan orkestrasi merdu layaknya Broadway yang tersohor di negeri Paman Sam. Sekitar 20 orang mengisi sudut kanan dan kiri panggung mengiri Urs BΓΌhler, Se;bastien Izambard, David Miller dan Carlos MarΓn yang tampil memukau mengenakan setelan jas serba hitam.
'I Will Always Love You', 'Don't Cry For Me Argentina' dan 'Pour Que Tu' menjadi persembahan selanjutnya. Suara-suara tenor mengalun terus menerus tanpa batas dan semakin tinggi. Materi album 'Musical Affair' yang memang diisi oleh soundtrack film box office ataupun pertunjukan musikal ternama dimainkan satu per satu, salah satunya 'Somewhere' dari film 'West Side Story'.
Kurang lebih satu jam berlalu, konser Il Divo 'A Musical Affair: The Greatest Songs Of Broadway Live' istirahat sejenak. Lampu ruangan serentak dinyalakan dan panggung kosong. Tidak seperti jeda pada konser lainnya yang dipenuhi teriakan 'we want more', penonton konser Il Divo justru anteng bergiliran keluar untuk menuju kamar kecil atau sekedar membeli snack yang 'mini bar' yang disediakan.
Memasuki 'babak kedua' lagu pertama langsung dibuka oleh hits era 80, 'The Winner Takes It All', disambung lagu dari musikal dan layar lebar terkenal 'Les Miserables', berjudul 'Bring Him Home' yang sangat romantis. 'Who Wants To Live Forever (musikal We Will Rock You)' menjadi pilihan Il Divo selanjutnya.
Hal pertama yang menarik di konser Il Divo malam ini adalah kehadiran narasi setiap selang dua-tiga lagu, yang dibawakan bergantian oleh personel. Mulai dari masih solois hingga bergabung di tahun 2004 dan bertahan selama 10 tahun hari ini.
Hal kedua adalah usaha penonton yang terdengar bernyanyi membentuk koor panjang. Namun, harus diakui suara tenor Urs, Se;bastien, Miller dan Carlos tidaklah mudah untuk diikuti. Alih-alih berteriak dan mengganggu, beberapa penonton memilih untuk memjamkan mata dan menikmati tiap tarikan nadanya.
Orkestra yang belum juga melemah terus membawa suasana musikal berkelas ke ruangan konser. 'Who Can I Turn To', 'Somewhere Over the Rainbow' dan salah satu hits terbaik Broadway, 'Impossible Dream', menjadi lagu-lagu selanjutnya yang dihadiahi Il Divo untuk Jakarta.
Delapanbelas lagu sudah dinyanyikan, dan benar saja inilah puncaknya. Hits fenomenal 'My Way' menjadi suguhan yang disambut gegap gempita. Penonton bersahut-sahutan menimpali bagian 'refrain'. Setelahnya, standing applause dan siulan adu nyaring, menandakan apresiasi yang tidak terperi.
"Datang ke Jakarta adalah perjalanan yang penuh berkah. Kalian sungguh luar biasa, terima kasih. Tapi, setelah ini benar-benar lagu terakhir. Kami sudah ke kehabisan lagu," seloroh Carlos disambut teriakan kecewa ribuan orang. Sayangnya, lagu 'Time To Say Goodbye' benar-benar menjadi lagu ke-20 yang dibawakan.
"Terima kasih, aku mencintaimu," teriak Il Divo dengan bahasa Indonesia sebelum menghilang dari atas panggung.
(hap/fk)











































