Nama 18+ sendiri bukan karena Yuvi (vokal), Mega (gitar), Dhika (gitar) dan Boim (bass) berusia 18 tahun. Tapi saat terbentuk pada 2008, keempat pemusik itu sedang berada di usia segitu, kecuali Boim. Jadilah 18+ dipilih sebagai nama yang tepat untuk mewakili.
Sejarah tersebut terungkap saat detikHOT berbincang dengan 18+ beberapa waktu lalu di kantor label mereka, Musica Studios, Jakarta Selatan. Di tengah kesibukan mereka, detikHOT berusaha mencari tahu 'rock' seperti apa yang ditawarkan 18+ untuk pentas musik Indonesia.
"Roots-nya lebih ke hard rock, itu pasti. Cuma memang sekarang pada akhirnya kita nggak kepatok dengan satu genre. Benar merahnya adalah suara Yuvi yang sudah rock banget," buka si gitaris, Mega
"Sekarang juga, 18+ sendiri juga harus berkompromi dengan pasar. Sebagian dari musik yang kita senangi, kita implementasikan sebagian, itu pasti. Tetap ada unsur rock di setiap lagu," jelas Mega lagi.
Menariknya, di antara empat personel 18+ yang terlihat sangat gahar dengan tato di sekujur tubuh mereka, terdapat anak dari salah satu musisi hebat Indonesia masa lampau, yaitu Doel Sumbang. Anak tersebut adalah Yuvi yang bertindak sebagai frontman.
"Kalau gue dibilang motornya, sih nggak bisa karena memang nggak ada. Kebetulan Doel Sumbang adalah ayah saya dan kebetulan kita semua lahir di Bandung jadi akrab sama beliau," seloroh Yuvi ketika ditanya mengenai sosok Doel Sumbang di mata 18+.
Saat ini, 18+ sudah merilis debut single berjudul 'Arti Kehidupan' yang merupakan lagu milik Doel Sumbang yang dinyanyikan ulang. Lantas adakah kontribusi Doel untuk grup musik anaknya ini? Atau, seperti apa aransemen yang dilakukan 18+ pada hits di era 80an itu? Ulasan mengenai 18+ masih akan terus hadir mulai hari ini sampai dengan Jumat, karena 18+ didaulat menjadi 'Rookie Of the Month' detikHOT kali ini. Pantau terus ya!
(hap/mmu)











































