Lagu tersebut berjudul 'Indonesia' yang dinyanyikan oleh grup vokal berisi satu laki-laki dan dua wanita. Masih saja seperti 40 tahun sebelumnya, 'Indonesia' mengandung lirik penuh makna yang sangat filosofis.
Hal menarik yang juga ada di konser sang budayawan adalah beberap orang yang bergantian membacakan rasa kagumnya dari berbagai bidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga Erwin Gutawa yang membagi cerita kualitas musik Erros Djarot di balik banyak hits dan soundtrack terbaik. Atau jurnalis musik senior, Adib Hidayat, yang mendapatkan kesempat berbicara tentang perjalanan karier musik Erros, mulai dari era Pegangsaan sampaih hari ini.
Selama kurang lebih tiga jam, '40 Tahun Erros Djarot Berkaya' yang digelar di JCC Plenary Hall Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014) tadi malam itu menampilkan 25 lagu hits terpilih. Mulai dari 'Malam Pertama', 'Kembang Mawar', 'Bisikku', 'Moral', 'Yang Kita Inginkan Perubahan' sampai satir politik seperti 'Pemilu Bla Bla Bla' dan 'Aku Wartawan Muda Indonesia' yang dibawakan secara teater musikal.
Ditambah lagi, lagu-lagu dari rahim 'Badai Pasti Berlalu' yang tentu membuat seantero ruangan bergidik merinding. Alunan orkestra Erwin Gutawa membius penonton saat mengiringi 'Merpati Putih', 'Baju Pengantin', 'Semusim', 'Matahari', 'Merepih Alam' dan tentu saja, 'Badai Pasti Berlalu'.
(hap/nu2)











































