5 Kolaborasi Terbaik di Grammy Awards 2014

5 Kolaborasi Terbaik di Grammy Awards 2014

- detikHot
Senin, 27 Jan 2014 13:52 WIB
5 Kolaborasi Terbaik di Grammy Awards 2014
Jakarta -

Paul McCartney dan Ringo Starr - 'Queenie Eye'

Kolaborasi paling ditunggu-tunggu pada ajang Grammy Awards ke-56 kali ini salah satunya adalah penampilan reuni dua personel The Beatles yang tersisa, Paul McCartney dan Ringo Starr. Tak ingin melewatkan momen langka itu, kedua legenda hidup tersebut menciptakan lagu baru berjudul 'Queenie Eye'.

Tampil dengan setelan jas hitam, Paul langsung menduduki piano bemotif warna-warni yang tidak terlalu besar. Tepat di belakangnya, Ringo Starr percaya diri di balik drum set, persis seperti puluhan tahun lalu. Sorak penonton tidak bisa dibendung lagi seperti rindunya mereka atas sosok legendaries tersebut, bahkan terlihat di antara penonton, Yoko Ono dan anaknya Sean Lennon, bergoyang tanpa ragu mengikuti alunan lagu.

Robin Thick dan Chicago - 'Saturday In the Park' dan 'Blurred Lines'

Belum lepas ingatan akan aksi kontroversial Robin Thicke bersama Miley Cyrus di MTV Video Music Awards beberapa bulan lalu. Namun kali ini, Robin Thicke tampil apik bersama grup lawas Chicago di panggung Grammy ke-56. Chicago yang lebih dulu membuka dengan 'Saturday In the Park' yang syahdu.

Tanpa jeda, Robin Thicke menyambungnya dengan single hits 'Blurred Lines' yang modern dan membuat semua bergoyang. Apalagi tampilan necis seluruh personel membuat pesta tersebut semakin terlihat berkelas.

Imagine Dragons dan Kendrick Lamar - 'm.A.Ad City' dan 'Radioactive'

Tidak sampai 12 jam setelah turun panggung, debut kolaborasi Imagine Dragons dan Kendrick Lamar langsung menjadi buah bibir para penikmat Grammy Awards. Bahkan, penampilan mereka disebut-sebut sebagai penampilan terbaik baru di sejarah 56 tahun Grammy Awards.

Pernyataan vokalis Imagine Dragons, Dan Reynolds, beberapa waktu lalu bahwa penampilannya akan seperti 'Hunger Games' benar terjadi. Muncul ke atas panggung serba putih, Kendrick duluan menyapa penonton dengan enerjik. Belum selesai, Imagine Dragons sudah masuk dan memotong lagu Kendrick dengan 'Radioactive'.

Asap putih terus-menerus keluar mengiringi hentak rock elektronik Imgaine Dragons. Tak lama kemudian, bubuk berwarna merah berterbangan ke membuat merah panggung

Daft Punk, Stevie Wonder, Pharrell Williams dan Nile Rodgers - 'La Freack' dan 'Get Lucky'


Seluruh penonton tidak bisa untuk tidak berdiri dan bergoyang, kala Pharrell Williams tampil dari kegelapan membawa irama 'dance'. Apalagi setelah diketahui Daft Punk, Stevie Wonder, dan Nile Rodgers juga ikut bergabung. Apa lagi yang bisa dilakukan selain berjoged bersama irama 'La Freak'.

Kehadiran Stevie Wonder pun tidak bisa dipungkiri menjadi magnet khusus. Dan terakhir, duo asal Perancis Daft Punk yang muncul dari balik kaca dengan membawa ketukan disko lawas 'Get Lucky, membuat suasana semakin mencair dan semakin 'liar'.

. Dave Grohl, Lindsey Buckingham, Queen Of the Stone Age (QOTSA) dan Nine Inch Nails (NIN)

Kolaborasi rocker gaek pun menutup penghargaan tertinggi untuk insan musik dunia itu. Kolaborasi yang berisikan Dave Grohl, Lindsey Buckingham ditambah dua band rock lawas Queen Of the Stone Age (QOTSA) dan Nine Inch Nails (NIN), membawakan dua lagu yang salah satu adalah hits terbaru NIN 'Copy of A' dengan penuh enerjik.

Dave yang dalam 'band' itu kembali ke posisi semula sebagai seorang drumer pun terlihat sangat garang di balik set drum miliknya. Sedangkan duet vokalis Trent Reznor dan Josh Homme begitu gahar meski sudah tak muda lagi.

56th Annual Grammy Awards menyisakan cerita dimana Daft Punk menjadi musisi yang paling berjaya tahun ini. Setidaknya ia sukses menyapu bersih lima nominasi yang mereka raih. Selain itu ada juga, Macklemore & Ryan yang sukses membawa pulang tiga piala, salah satunya Best New Artist.
Halaman 2 dari 6
(hap/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads