Memang tidak hanya Miley, Lady Gaga juga sama sekali tidak terlihat, baik untuk kategori 'Song Of the Year' maupun 'Best Performance', jika memang albumnya belum bisa bicara banyak. Berbeda dengan Katy Perry yang lulus dengan dua kategori untuk lagu 'Roar'. detikHOT mencoba menghimpun sejumlah data yang sepertinya bisa membantu untuk memperjelas anomali ini.
Miley Cyrus tercatat merilis album 'Bangerz' pada Oktober 2013, memang pada akhirnya, respons yang diraih Miley tidak terlalu bagus. The Guardian dan Rolling Stone cukup menilai tiga dari lima bintang, bahkan Spin, memberikan album yang penuh foto-foto kontroversial pemiliknya itu dengan nilai 4 dari 10. Akan tetapi, prestasi yang diterima dua single hitsnya, 'We Can't Stop dan 'Wrecking Balls' sepertinya tidak bisa dikesampingkan, Miley mendapatkan pujian dan hinaan tertinggi dari dua lagu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selagi menikmati kesuksesan di berbagai belahan dunia nyata, ranah dunia maya juga berguncang dengan pencapaian video klip kedua single tersebut yang sukses menjadi video klip dengan penonton terbanyak selama 24 jam dan tercepat meraih 100 juta penonton. 'We Can't Stop' memakan waktu 37 hari, sedangkan 'Wrecking Balls' meraihnya hanya dalam tempo enam hari.
Jika sensai negatif yang berjalan berdampingan dengan prestasi tersebut menjadi alasan tidak diterimanya dua single tersebut ke dalam salah satu kategori tentu tidak masuk akal. Coba lihat pencapaian 'Roar' yang tidak secemerlang 'Wrecking Balls', memulai debutnya 15 hari lebih dulu, 'Roar' bertahan selama kurang lebih satu minggu sebelum akhirnya tergantikan oleh 'Wrecking Balls'. Apakah 15 hari itu yang jadi pertimbangan 'Song Of the Year'?
Namun jika alasannnya Miley Cyrus terlambat rilis, apakah Macklemore & Ryan Lewis terlalu cepat? Karena lagu 'Same Love' milik mereka yang rilis Juli 2012 lalu pun masuk bersaing ke daftar 'Song Of the Year' bersama Bruno Mars 'Locked Put of Heaven' yang dirilis juga dua tahun lalu.
Hal serupa juga terjadi pada single 'Applause' milik Lady Gaga yang tidak masuk ke satu dari 82 kategori yang tersedia. Padahal jika ingin membeberkan data-datanya, single hits dari album ketiganya itu sukses menjadi nomor satu di Lebanon, Yunani, Hungaria, Korea Selatan dan Spanyol, berada di posisi lima besar untuk 15 belahan negara lainnya dan menduduki urutan keempat di tangga lagu Billboard 100. Memang, tidak setinggi 'Roar', tetapi mengapa Grammy Awards 2014 lebih memilih lagu pada Oktober 2012 dibandingkan milik sang Mother Monster?
Anomali ini sama seperti ketika bicara penyanyi pendatang baru Lorde yang tidak mendapatkan tempat di 'Best New Artist', padahal jelas-jelas pelantun 'Royals' itu memulai karier bermusiknya pada 2012, dan baru menelurkan karyanya akhir 2013. Justru lima nama yang mendapatkan nominasi tersebut adalah pemusik lama yang sudah naik panggung sejak awal 2000-an dan memperoleh sedikit penghargaan dari ajang serupa lainnya.
Tetapi lucunya, Lorde dihadiahi empat nominasi di debutnya di Grammy Awards kali ini, termasuk albumnya, 'Pure Heroine' yang dirilis empat bulan sebelum pengumuman nominasi Grammy Awards dilangsungkan. Apakah itu tidak cukup aneh?
Bukan ingin menyudutkan siapa musisi penuh sensasi atau tidak, atau mengucilkan salah satu genre musik tertentu, bahkan memilah-milah musik mainstream dan side-stream. Tetapi jika pihak Grammy Awards ke-56 hanya beralasan regenerasi, lantas apa bedanya Grammy Awards dengam ajang lain, semisal America Music Awards yang memenangkan satu karya musisi di tiga genre yang berbeda.
(hap/mmu)











































