Menyusul kesuksesan membangun masjid di Uganda, desainer presenter Ivan Gunawan, akhirnya merasakan momen emosional merayakan Idulfitri di masjid yang dibangun di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Momen ini menjadi spesial lantaran untuk pertama kalinya sejak bangunan tersebut berdiri, Ivan Gunawan menggelar salat Id berjamaah bersama keluarga, kerabat, hingga warga sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Ivan Gunawan, tidak menyembunyikan rasa syukur dan kebahagiaannya melihat rumah ibadah yang dikelola dipadati oleh jemaah yang ingin menunaikan ibadah di hari kemenangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kali ini adalah hari pertama atau pertama kali semenjak masjid ini berdiri kita. Kita sama-sama menjalankan ibadah salat Idulfitri yang alhamdulillah bisa dipadati juga oleh keluarga, kerabat, guru-guru, tetangga sekitar," kata Ivan Gunawan saat ditemui usai pelaksanaan salat Ied, Sabtu (21/3/2026).
Masjid yang juga menjadi lokasi Rumah Tahfidz Ad-Durrotul Quran tersebut, kini menampung sekitar 150 santri mulai dari jenjang TK hingga SMA. Pria yang akrab disapa Igun ini, memiliki visi agar masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan agama yang mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang berkualitas.
"Saya berharap bahwa yang ada di sini semuanya insyallah adalah anak-anak yang punya prestasi, anak-anak pilihan Allah yang di sini bukan hanya sekadar tinggal, tempat penampungan, tapi mereka memang anak-anak yang ingin belajar agama Islam lebih giat lagi," tutur Ivan Gunawan.
Suasana salat Id tersebut turut dihadiri oleh sahabatnya, Ruben Onsu, serta Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar yang bertindak sebagai imam dan khatib. Ruben Onsu mengaku takjub dan merasa pertemuan mereka di masjid tersebut merupakan takdir yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta.
"Senang gitu maksudnya Idulfitri, ini masih bersama sahabat dan bertemu dengan banyak orang-orang," ujar Ruben Onsu.
Demi kelancaran acara, Ivan Gunawan sudah hadir di lokasi sejak pukul empat pagi. Ia memantau langsung setiap detail, mulai dari alur jamaah laki-laki dan perempuan hingga kebersihan tempat wudu agar tidak terjadi keruwetan saat jemaah membeludak.
"Namanya rumah sendiri kita kan harus menyambut tamu yang hadir, memastikan segala sesuatunya itu sesuai dengan rencana," pungkasnya.
(ahs/wes)











































