Sekolah bernama Salami School itu menampung Parawali --sebutan penggemarnya-- yang ingin menempuh pendidikan keterampilan dan menambah kemampuan untuk bekerja dalam jangka waktu triwulan atau tiga bulan. Sehingga dapat mewujudkan anak muda yang aktif, sesuai dengan slogannya, 'Anak Muda Anti Nganggur'.
"Salami School ini jadwalnya hari Senin dan Kamis. Kita sudah jalan sejak bulan Oktober 2013 lalu. Sekarang ini baru kelas pertama, Insya Allah mereka lulus bulan Februari nanti," ungkap Apoy saat ditemui di Salami School di Kawasan Cirendeu, Tanggerang Selatan, Kamis (16/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi grup pelantun 'Aku Bukan Bang Toyib' itu ide awalnya sangat sederhana. Wali hanya ingin penggemar meraka putus sekolah dan tidak bisa berbuat apa-apa, terlebih lagi menjadi pengemis.
"Ide awalnya sudah lama, kita sering ngobrol dengan Para Wali yang putus sekolah. Dari situ, kita juga pernah merasakan jadi orang yang nggak mampu. Sekarang kami bisa kasih, ya ayo," jelas Faang.
"Lulusan pertama Salami School nanti lulus bulan Februari. Kita kasih sertifikat dan semoga bisa berjuang (mencari kerja) di luar sana," sambung sang vokalis lagi.
Sampai saat ini, Salami School sedang mendidik sekitar 15 orang siswa. Dengan sistem mereka yang tidak memungut biaya alias gratis, para personel Wali pribadi berharap Salami School bisa bertahan lama dan mengajak semakin banyak anak muda.
"Kita bukan mau cari image, tapi ini murni mau bantu orang. Harapannya semoga pengangguran di Indonesia bisa berkurang. Ayo semangat pemuda Indonesia," teriak Apoy menutup wawancara.
(hap/kmb)











































