Era digital yang semakin marak sejak abad milenium memasuki dunia tak pelak berdampak juga pada industri musik secara internasional. Terutama pada bentuk dari karya para musisi yang mengalami transformasi, mulai dari pita dan piringan hitam, Compact Disc (CD) sampai dengan beralih pada digital download.
Bukan tanpa masalah, evolusi itu juga secara nyata mengubah budaya konsumen global. Konsumen musik semakin jarang menelusuri rak demi rak di toko kaset dan CD hingga akhirnya toko-toko tersebut berguguran. Contoh paling dekat, seperti yang baru saja terjadi di Indonesia, Aquarius Musikindo Stores yang akhirnya mau tak mau menutup outlet terakhirnya di Jakarta.
Berikut detikHOT merangkum perusahaan retailer kaset dan CD di dunia yang sekarat mempertahankan nyawa terakhir mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HMV
|
|
Memiliki lebih dari 230 toko di daratan Inggris sampai Asia, penurunan jumlah pembelian karya fisik musik menjadikan HMV menutup seluruh tokonya di negeri Paman Sam, Amerika pada 2004. Menyusul setelahnya, Kanada dengan menjual saham HMV pada pihak swasta yang berhak atas 113 toko pada 2011.
Sampai akhirnya di awal 2013, HMV mau tak mau menutup seluruh tokonya di kawasan Irlandia dan tak bisa memperpanjang pinjamannya kepada bank. Di Inggris sendiri, Toko CD terlengkap ini hanya tersisia di beberapa bagian, di antaranya wilayah Birminghma, Bullring Center dan Fort Shopping Park.
Virgin Megastore
|
|
Pada 2008, seluruh toko di Inggris dan Irlandia tutup, disambung Jepang setahun setelahnya dengan mentup 22 toko. Lalu berturut-turut, Italia, Spanyol, Belanda dan Yunani. Di Amerika sendiri, Virgin Megastores hanya menyisakan dua dari 23 toko.
Tower Records
|
|
Bahkan yang menarik, Tower Records Shibuya, Jepang. Dibangun pada tahun 1979 sebanyak sembilan lantai, Tower Records Shibuya menjelma menjadi satu-satunya ikon musik yang bertahan hingga saat ini di Tokyo secara mandiri.
Sam Goody
|
|
Mencoba kembali lewat akusisi dengan perusahaan lain, nyawa Sam Groody tak kunjung stabil meski telah menambah hingga sampai 300 toko, bahkan dengan sekejap, Sam Groody menyisakan 170 tokoΒ sebelum tahun 2006 usai. Setelah diperkecil dan berpindah-pindah lokasi, sampai berganti nama menjadi 'Sam Goody Rural', taktik itupun tak kunjung membuat ratusan Compact Disc (CD) yang mereka miliki bertahan dan dibeli pengunjung.
Di tahun 2008, Sam Goody Rural hanya tinggal menyisakan satu toko di Amerika, yaitu di San Diego, negara bagian California. Dan tahun 2012, kaki-tangan terakhir Sam Goody tutup dan lenyap dari industri musik dunia.
Aquarius Musikindo
|
|
Wujud keseriusannya, dilakukan lewat membangunan sejumlah toko kaset dan CD, Mahakam (Jakarta), Pondok Indah (Jakarta), Dago (Bandung) dan Surabaya, yang kemudian dikenal sebagai toko kaset dan CD terbaik yang ada di Indonesia sejak tahun 1995.
Namun, sama seperti pendahulunya di Amerika dan Inggris, toko-toko Aquarius berguguran, Bandung dan Surabaya di tahun 2009, dan Aquarius Pondok Indah pada tahun 2010. Dan terakhir, Aquarius Mahakam, Blok M, Jakarta, yang diperkirakan hanya akan hidup sampai akhir tahun 2013 ini.











































