Jakarta -
Sebagai band pendatang baru, Friday benar-benar memulai kariernya dari bawah. Mereka masuk ke industri melalui jalur festival hingga akhirnya dilirik oleh produser untuk rekaman. Ini dia kisah mereka:
Berawal dari Teman Semasa Bangku Sekolah
Pertemuan Bintang dan Dheki semasa duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi awal terbentuknya Friday. Pada 2010, mereka mengajak dua teman lagi, Niko dan Seno untuk bergabung. Hingga akhirnya terbentuk sebuah band.
Tak Sengaja Pilih Nama Friday
Nama Friday tercetus karena 'kecelakaan'. Kebetulan saat mereka terbentuk jatuh pada hari Jumat. Selain itu, Friday juga disebut-sebut punya arti yang bagus dan punya makan yang positif.
Usung Filosofi 'Rock n Roll'
Setelah terbentuk pada 2010, Friday langsung menentukan 'arah' dari musik mereka. Dikomandoi oleh Bintang sang vokalis, Friday ingin mengambil filosofi 'Rock n Roll' untuk musik mereka.
Filosofi itu berarti bermusik yang bebas dan apa adanya. Alhasil, mereka pun seperti tak pilih-pilih soal genre musik.
Enggan Dibilang Jual Tampang
Banyak grup band di Indonesia yang bahagia punya banyak penggemar perempuan. Tapi hal itu tak terjadi bagi Friday.
Mereka justru tak mau disebut grup band yang hanya jual tampang. Hingga pada akhirnya, Friday untuk mencoba untuk merangkul pada penggemar pria.
Aksi Panggung ala Soneta
Tak hanya skill dalam bermusik, Friday punya sesuatu yang bisa 'dijual'. Hingga akhirnya mereka memeras otak untuk menentukan aksi panggung yang unik.
Aksi lawas grup Soneta pun seperti menjadi panutan mereka. Mulai dari koreografi dengan hal-hal lainnya yang dianggap mereka bisa memberi kesan untuk para penonton.
Debut Lewat Lagu McFly
Banyak grup band yang memilih lagu baru sebagai 'aksi' debut mereka. Tapi halnya yang dilakukan grup band Friday.
Mereka justru medaur ulang lagu orang lain untuk jadi lagu debut mereka. Lagu tersebut tak lain adalah lagu 'Ku Ingin Dirimu' yang merupakan 'saduran' dari lagu McFly yang berjudul 'Surfer Babe'.