Mengulik Teknologi, Demi Tampil Live Maksimal

Gelora Rap-Rock Indonesia (5)

Mengulik Teknologi, Demi Tampil Live Maksimal

Astrid Septriana - detikHot
Senin, 23 Sep 2013 16:07 WIB
Mengulik Teknologi, Demi Tampil Live Maksimal
Jakarta - Bukan hanya di Rap Rock United, wadah para musisi genre musik ini berkomunitas. Di dunia maya sejak tahun 2005 ada situs Hip Hop Indonesia yang terbentuk justru akibat keterbatasan teknologi yang mendukung perkembangan musik ini 13 tahun llau.

Kala itu bibit jenis musik ini di Indonesia sudah mulai bermunculan. Sayang belum ada teknologi musik minus-one yang bisa mendukung. Minus-one adalah teknologi menghilangkan suara vokal sementara musik terus berjalan, dan digantikan dengan suara rapper saat tampil langsung di panggung.

Ferry Yuniardo, 37 tahun, personil 'Sweet Martabak' 37 tahun kebetulan berlatar belakang di bidang Tekhnik Informatika. "Bos saya bilang kalau mau membesarkan sesuatu itu harus membuat komunitas atau forum di Internet," kata Ferry kepada detikHOT, Rabu (19/9/2013) di kantor CinePrime Pictures, Kemang, Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu itu internet baru melejit, dan dengan bermodalkan pengetahuan di bidang IT, Ferry mengembangkan situs Hip-Hop Indo. "Intinya ini forum, lalu kita rajin bikin acara hip-hop sampai lima tahun pertama, spirit-nya untuk kembangin hip-hop di Indonesia."

Setelah tahun 2005, forum ini dijadikan pusat pertukaran informasi dunia hip-hop Indonesia. Hip-Hop Indo sudah mendapat pengakuan sebagai portalnya hip-hop Indonesia, saat rapper Jay-Z memangku jabatan sebagai CEO di label rekaman Universal tahun 2006.

"Mulailah kita diakui sebagai portal untuk orang yang ingin tahu hip-hop di Indonesia seperti apa. Karena kita memang kontennya dipilih."

Setelah menjadi situs, membuat acara musik hip-hop, kini Hip-Hop Indo mulai naik ke tahap film. Ini ditandai dengan rilisnya film dokumenter Blackbook dan Tak Sempurna.

"Kedepannya kita juga akan buat beberapa film dokumenter yang baru," kata Ferry. Karena menurutnya ada banyak isu-isu di dunia hip-hop lokal yang pantas diangkat.

***

Lebih jauh membahas apa itu hip-hop dalam frame Indonesia, Ferry menjelaskan, dalam hip-hop ada lima unsur yakni rapper, DJ, Breakdance, Grafiti dan Beatbox. "Kita berangkat dari Iwa K, karena dia yang sudah merepresentasikan semua elemen itu."

Meski tak dipungkiri sebelum munculnya Iwa K sudah ada beberapa musisi hip-hop, namun mereka belum merepresentasikan semua elemen tadi. Masyarakat juga belum mengenali pergerakan musik ini, sampai Iwa K muncul ke permukaan.

Kemudian Iwa membuat album kompilasi berseri Pesta Rap. "Dari sini mulailah Denada, Neo, Kripik Peudeus dikenal," ujarnya. Setelah rapper muncul, beat box, grafiti juga break dance ikut dikenal secara umum di Indonesia. Hingga kini, hubungan komunitas yang merepresentasikan tiap elemen itu berjalan sebagai pertemanan. Namun ini bukan untuk disatukan dalam sebuah payung besar hip-hop di Indonesia.

"Kalau soal stabil tidaknya, kita kan kembali lagi ke medianya. Misal yang jadi panutan media cetak, kalau ini patokannya, berarti hip-hop disini itu mati setelah Neo. Karena setelah itu label-label besar tidak punya produksi rap lagi."

Sedangkan yang memiliki relasi kuat dengan media adalah label-label besar. Tapi diluar itu, perkembangan musik ini terus berjalan. Para musisi hip-hop itu tidak pernah berhenti dan mengikuti dinamika tren yang dipengaruhi label besar.

***

Hip-hop merupakan budaya dan ini mampu diserap oleh Indonesia karena adanya kesamaan isu yang diangkat. Dalam kekacauan sebuah masyarakat, hip-hop yang mengandung unsur perjuangan dan persaudaraan ini mampu menjadi kendaraan bagi mereka yang tidak mau menyerah dengan keadaan.

Namun tak semua unsur dalam hip-hop juga bisa diaplikasikan disini. Misalnya battle rap, ini sulit diterjemahkan oleh orang Indonesia.
Salah-salah justru mereka bisa sakit hati dan memicu permusuhan. Sementara itu, menurut Ferry lini hip-hop yang kedepannya akan berkembang adalah beat box.

"Karena ini range-nya di mulut, enggak perlu biaya apa-apa, enggak perlu latihan di studio," kata Ferry. "Ini gue pikir elemen hip-hop selanjutnya yang paling kuat kedepannya di Indonesia."





(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads