Awalnya, mantan sinden Opera Van Java itu sempat dibuat cemas atas penampilan pertamanya menghibur kota London. Hal itu dikarenakan, lima menit sebelum mulai acara, kota tersebut diguyur hujan.
"Seru banget, karena yang nonton nggak hanya 100, 200 orang, tapi sekitar 2200 orang. Tamu undangan yang hadir, ada petinggi-petinggi Indondesia, ada sesepuh, pekerja, pelajar Indonesia," kisahnya saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu jam tampil, Echa banyak diminta untuk menyanyikan lagu-lagu dangdut. Sepuluh lagu pun ia dendangkan bersama ribuan penonton.
"Paling banyak direquest itu lagu 'Kopi Dangdut'. Saya juga nyanyi satu lagu barat dari Rod Stewart judulnya 'I Don't Want Talk About It'. Permintaan khusus dr KBRI itu lagu 'Kebyar-Kebyar'," ungkapnya.
Meski tampil di negara orang, Echa tetap memakai pakaian bernuansa Indonesia. Ia sendiri memakai kebaya berwarna merah.
"Lagi summer di Inggris. Tapi tetep ya, summer-nya masih dingin. Jadi walaupun jingkrak-jingkrakan tetap gak panas, tapi dingin," paparnya lagi.
Usai sukses menghibur di kota London, Inggris, pelantun lagu 'So Sweet' itu mengaku siap menerima tawaran main di luar negeri lagi. Ia pun ingin mempopulerkan musik dangdut ke penjuru dunia.
"Sudah ada tawaran ke luar negeri lagi. Ada dua tawaran lagi tampil di Eropa. Sekarang jadi mau banget kalo ditawarin dangdutan depan bule," tandas Echa.
(mau/mmu)











































