Bagaimana tidak, dalam penggarapan lagu yang tersebut terbilang singkat yaitu tak lebih dari satu bulan berbagai 'setuhan magis' lahir dari lagu tersebut. Mulai dari lirik yang menyentuh namun juga tak 'cengeng' hingga sentuhan lainnya.
Dalam pembuatannya liriknya, penyanyi yang sebelumnya menetap di Jerman itu juga beberapa kali meneteskan air mata. Tentunya hal itu menjadi tanda betapa lagu tersebut punya makna yang dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya memang kalau kata orang yang lebih tua kalau seperti itu katanya memang Allah tengah dekat sama kita. Saya hanya mencoba menjabarkan cinta untuk Allah, bikin kalimat yang terpuji ya karena untuk Tuhan pas nulis ya," sambungnya.
Tak hanya menggunakan lirik yang menyentuh, di akhir lagu pun ada ornamen unik. Ornamen tersebut tak lain adalah penggalan lantunan adzan yang disuarakan sendiri oleh Sandhy.
"Jadi ya terjadi spontan aja, terakhir masukin adzan. Dulu kalau saya salat di Jerman bareng ya imigran agama Islam ya suka di masjid suruh adzan. Nah kenapa nggak dicoba di Indonesia," ujarnya mengenang masa-masanya di Jerman.
Setelah semua proses penggarapan lagu tersebut, ayah satu anak itu pun mengaku terkejut. Rasa terkejut itu muncul karena ia dibuat merinding oleh lagunya sendiri.
"Pas take vocal nggak merinding, pas denger pas jadinya saya dengernya merinding. Ini gawat juga, jadi ada spiritnya juga," tuturnya.
Untuk ke depannya, Sandhy tak menutup kemungkinan kembali merilis lagu religi. Tapi jika berbicara album religi, ia mengaku masih belum berpikir.
(fk/mmu)











































