Gegap gempita dan gemuruh tepuk tangan terus-menerus mengisi ruang pertunjukan ketika penonton menyaksikan aksi-aksi mereka di atas panggung. Pagelaran di Moskow berlangsung di Concert Hall "Mir" dihadiri sekitar 900 penonton dari berbagai kalangan di Rusia. Mereka tidak hanya menikmati musik etnis jazz Indonesia, tapi juga seolah-olah larut dalam suatu tamasya mengelilingi Indonesia.
Demikian juga dengan 300 penonton lainnya yang memenuhi gedung pertunjukkan 'House of Peoples' Friendship of Tatarstan' di Kazan. Kolaborasi permainan alat musik modern, seperti drum, bas dan keyboard dengan alat musik tradisional, seperti kendang, kemplu, dan suling bambu menyuguhkan musik jazz etnis Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pagelaran 'Wonderful Indonesia' terselenggara atas kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dengan KBRI Moskow. Sementara itu, pagelaran di Kazan juga didukung oleh Pemerintah Republik Tatarstan, Federasi Rusia.
Selain musik, pagelaran diwarnai pula dengan peragaan busana yang menampilkan kain songket Silungkang, Palembang dan kain Ulap Doyo dari Kalimantan. Lewat rancangan desainer muda Defrico Audy, kain-kain itu diperagakan oleh model-model dari Indonesia dan Rusia. Penonton juga bisa mencicipi kopi luwak yang disajikan oleh Bandar Kopi Indonesia.
(mmu/mmu)











































