Sang gitaris Abdee Negara pertama kali bersuara lewat akun Twitter-nya. Ia menilai sang sutradara kawakan tersebut sudah salah memilih tempat untuk bicara dan berkomentar.
Film dokumenter pendek berjudul 'Rock Bergema: A Story Behind the Rock Anthem' karya Arief Asril tersebut di-bundling dalam Majalah HAI edisi terbaru. Menurut Abdee film pendek tersebut adalah sebuah produk jualan. Maka tidak sepantasnya menjatuhkan produk lain, dalam hal ini Slank, untuk mempromosikan film tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdee mengimbau sebaiknya Riri tidak memakai kata tersebut dalam iklan film dokumenter yang dimaksud. Jika Riri mengungkapkannya lewat sebuah wawancara pada koran atau TV, Slank sama sekali tidak keberatan.
"Ngomong aja di koran atau di TV silakan, yang menilai kan masyarakat. Tapi membandingkan produk di sebuah iklan menurut kita nggak etis aja. Kita menyarankan nggak perlu pakai (kata) itu, kan bisa kreatif tanpa harus menjelekkan produk lain," pinta Abdee.
Lewat akun Twitter-nya, Riri sudah mengklarifikasi hal tersebut. Riri mengaku menyebut Slank cemen dalam kontek wawancara dan menjawab pertanyaan seputar musik band Roxx. Video teaser film yang sebelumnya diunggah di YouTube pun kini sudah dihapus.
(yla/mmu)











































