"Adanya lagu daerah baru seperti ini adalah sesuatu yang baru setelah tahun 1960. Waktu itu muncul lagu-lagu daerah," tutur budayawan Remy Sylado saat jumpa pers Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara 2012 di Lt 17 Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2012).
"Yang populer dari Batak, Minangkabau, Kalimantan, Manado, Makassar, Ambon, dan Sunda," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lomba yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Ikatan Alumni SMAN VI Yogyakarta ini menyeleksi beragam karya lagu yang didaftarkan pada situs www.cintalagudaerah.com.
Proses pendaftaran telah ditutup pada 5 Oktober 2012 lalu, dan pengumuman final akan diselenggarakan di Hotel Sahid Jakarta, 30 Oktober 2012 mendatang.
"Ada 80 karya lagu yang masuk. Kriterianya minimal 1 alat musik, pakai bahasa daerah, lengkap dengan arti bahasa daerahnya," tutur Toto, Ketua Ikatan Alumni SMAN VI Yogyakarta dalam kesempatan yang sama.
Dari 80 karya, dipilih 33 karya lagu pop daerah untuk masuk ke babak selanjutnya. Final nanti, akan dipilih 10 karya lagu terbaik termasuk 6 lagu pop daerah sebagai finalis.
"Nanti 10 lagu ini akan dimasukkan ke CD, lalu bisa menjadi lagu pop daerah baru yang otentik. Nanti mungkin akan dipublish oleh Nagaswara," tambah Toto.
Selain orisinalitas, beberapa komponen penilaian lain adalah lirik bahasa daerah yang otentik dan tidak mengulang dari lagu-lagu sebelumnya.
"Tingkat kesulitan aransemennya juga dinilai. Untuk yang 10 lagu ini, instrumennya sudah pasti lengkap," tutup Remy Sylado.
(sst/fk)











































