Hal itu memang tak lepas dari moto JMF yang mempunyai harapan musik modern dan musik tradisional bisa bersanding. Hal itu ditandai dengan tiga area panggung berbeda genre.
"Bertepatan dengan akhir rangkaian HUT Jakarta ke-485 kami tak hanya akan menampilkan musik pop tapi juga berbagai jenis genre musik tradisional yang harus eksis di tengah semarak musik modern," kata Perwakilan Dinas Pariwisata DKI Jakarta Ida Zubaedah sebagai pihak penyelenggara saat jumpa pers di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (20/6/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk menonjolkan kesenian khas Jakarta, JMF 2012 akan menghadirkan Gambang Kromong Ratna Sari, tarian tradisional Betawi dan bodoran (lawakan) oleh komedian Mpok Nori.
"Kita juga akan menyelenggarakan prosesi ajang Abang-None Jakarta (2012) yang sudah masuk karantina. Dan mereka nanti akan hadir di JMF ini," tambahnya.
(kmb/ich)











































