Kala itu Nathan baru berusia 14 tahun ketika mengikuti sebuah kompetisi musik di Singapura. Kompetisi tersebut iseng diikutinya karena saat itu Nathan sedang libur sekolah. Orangtua Nathan juga tidak pernah tahu anaknya bisa bernyanyi.
Tapi tak ada salahnya mencoba. Ternyata pria kelahiran Singapura itu muncul sebagai juara pertama. Sejak saat itu tawaran manggung mulai berdatangan. Nathan pun mempelajari bermain gitar dan drum sebagai dasarnya bermusik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika mengikuti kompetisi tersebut, Nathan juga tak pernah bercita-cita jadi seorang penyanyi. Ia memang pernah berpikir untuk menjadi artis ketika masih belia, tapi ia tak pernah tahu jalan menuju mimpinya.
"Saya hanya bermimpi suatu hari ingin berada di atas panggung besar. Tapi saya tidak berpikir panjang karena tidak mungkin itu terjadi. Saya terlalu pemalu untuk itu," jelasnya.
Nathan masuk kompetisi untuk bersenang-senang dan mencari teman baru. Ternyata setelah itu ia malah bisa mendapatkan penghasilan dan yang lebih besar dari itu adalah gairah hidup baru. Nathan ingin jadi musisi.
"Baru dua tahun terakhir saya benar-benar memutuskan untuk melanjutkan jadi penyanyi secara serius dan saya tidak main-main," tandasnya.
Di Singapura, pria keturunan asli Indonesia itu sudah merilis sebuah album studio dan satu album live. Kini rencananya ia akan segera merilis album perdana di Indonesia di bawah label Aquarius Music. Ia digandeng komposer Andi Rianto untuk menyajikan musik ala Nathan.
(dee/mmu)











































