Hal ini dinyatakan dengan jelas pada lirik-lirik lagu Morrissey yang menolak ketidakadilan pemerintah. Ia juga tak segan mengkritik pemerintah Indonesia atas nama masyarakat untuk PETA.
Ia mengirim surat pada Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan agar pemerintah menutup Kebun Binatang Surabaya karena tingkat kematian binatang yang sangat tinggi, sekitar 15 kematian per bulan. Selain itu, KBS juga dinilai tidak mempunyai fasilitas yang memadai untuk binatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan sikap Morrissey yang juga perduli pada LGBT dan Queer, diperlihatkan dengan gitarisnya yang menggunakan pakaian perempuan.
Harapan pecinta musik Britpop Tanah Air terjawab dengan pertunjukannya selama hampir satu setengah jam. Konser ini dimulai tepat pukul 9, dan dibuka dengan lagu "How Soon is Now" yang membuat para penonton histeris.
Setlist pada konser ini, hampir sama dengan yang ia dibawakan pada rangkaian Asia Tour 2012. Lagu-lagu yang menjadi hit seperti "Alma Maters", "Everyday is Like Sunday" dan "Meat is Murder" benar-benar membuat penonton memanas. Bahkan salah seorang penonton berhasil melewati barikade pengamanan untuk memeluk Morrissey di panggung pada lagu "First of the Gang to Die".
Hampir 4 ribuan penonton terhanyut dengan penampilan musisi berusia 52 tahun itu. Penonton datang dari berbagai daerah dan kalangan. Para pecinta Morrissey dari Bandung bahkan datang dengan bis yang bertuliskan "Rombongan haji jamaan Morrisseyeah embarkasi Bandung". Mereka mengibaratkan pertunjukan musik Morrissey sebagai sebuah keharusan
Beberapa pengunjung yang ikut nyanyi bersama Morrissey seolah merasakan mimpi yang jadi kenyataan. Konser tersebut juga menjadi akhir dari penantian selama lima belas tahun para penggemarnya.
(ich/ich)











































