Nuansa nostalgia nampak sebelum konser ini dimulai, para penonton yang mayoritas telah berumur terlihat sangat antusias termasuk Pongky Jikustik, Lilo βKLa Project, dan Addie MS bersama keluarga tak mau melewatkan konser salah satu band legendaris di dunia ini.
Tepat pukul setengah 21.00 WIB, tanpa basa basi band yang mulai berkarya sejak tahun 1969 ini tampil membawakan lagu 'Boogie Wonderland', dengan didukung tata lampu dan koreo unik para personilnya, membuat penonton langsung berdecak kagum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan solo bass,Verdine White, juga tak kalah menarik. Ia unjuk kebolehan di depan penonton yang memadati tennis indoor dengan permainan bass full skill yang sangat memikat. Dan juga seperti biasanya, Philip Bailey tampil dengan karakter vokal falseto dan Maurice White dengan karakter vokal tenor, sehingga suara mereka terdengar kontras di atas pentas. Ditambah dengan alunan nada dari instrumen khas Afrika 'The Kalimba', membuat suasana kian menghangat malam itu.
Hits - hits terbaik EWF di dekade 70 - 80an seperti, βSing a Songβ, βSun Godess,β βThat's The Way of the Worldβ, βDevotionβ, βReasonsβ, βCan't Hide Loveβ, βGetawayβ, βFantasyβ, βLoves Holidayβ, βAfter the Love Has Goneβ, dan βLet's Grooveβ, sukses menghibur ribuan penonton malam itu.
Akhirnya hits terbaik mereka 'September' yang dari tadi nampaknya telah ditunggu - tunggu langsung membuat seisi tennis indoor senayan bernyanyi bersama bahkan para penonton yg duduk di tribun spontan berdiri, bernyanyi bersama dan kompak dengan lambaian tangan ke atas. Lalu konser malam itu ditutup dengan lagu βIn the Stones'.
Konser malam itu bak seperti reuni dimana para penonton rata - rata telah berusia lawas, namun mereka tetap terlihat enerjik menikmati alunan musik soul, jazz, R&B, funk, dan rock yang disuguhkan dengan maksimal oleh band asal amerika-afrika ini.
(ich/ich)











































