Album 'When the World Comes Down' dirilis band asal Oklahoma, Amerika itu pada 2008 silam. Setelah tur berakhir, para personelnya yaitu Tyson Ritter, Nick Wheeler, Mike Kennerty dan Chris Gaylor sibuk masing-masing.
Sang vokalis Tyson pun mengaku sempat kehilangan "arah" akibat mengalami krisis paruh baya. Tyson sempat merasa tidak karuan dengan hidupnya. Sampai teman-temannya datang untuk mengajak pelantun hits 'Dirty Little Secret' itu rekaman lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat tur kelar pada awal 2009, Tyson mulai hanyut dengan terlalu banyak minum dan pergaulan yang tidak sehat. Ia pun kerap berganti-ganti perempuan dan tak pernah terlibat dalam hubungan asmara yang serius.
"Saya hanya bersenang-senang. Itu menyenangkan dan setelah keluar dari situ, saya berterima kasih pada Tuhan atas piano. Sungguh, musik membantu saya keluar dari semua," jelasnya.
"Proses rekaman in ijadi terapi baginya, dan buat saya dalam cara bereda. KIta masuk ke tahap menyakiti diri sendiri, yang mana selalu kita lakukan ketika menulis dan mencari tahu apa yang harus ditulis," sambung gitaris Nick.
Hasilnya adalah album 'Kids in the Street' yang resmi dirilis pada 26 Maret 2012. Abum ini menjadi karya yang paling gelap dan bersifat autobiografi bagi AAR. Produser Greg Wells yang pernah bekerjasama dengan Adele dan Katy Perry membantu AAR mendapatkan hasil lebih maksimal.
"Kami masih band rock. Masih ada suara gitar di mana-mana. Kami hanya menemukan sedikit hal berbeda untuk menggunakannya, cara berbeda untuk membuat gitar tak terdengar seperti gitar. Kami menggunakan waktu dan energi di studio untuk mencari bagaimana menggambarnya," tutur Nick.
Single perdana AAR, 'Beekeepers Daughter' dirilis pada 31 Januari lalu. Kemudian disusul single 'Kids in the Street' pada 13 Maret 2012.
(yla/mmu)











































