Sang drummer, Yadi Bachman alias Wox ingat betul ketika pada 2006 lalu belum banyak band yang memainkan musik bernada Melayu dalam lagunya. Berbagai jenis musik dijajal Matta untuk meraba pasar.
Akhirnya Matta membuat lagu 'Tersenyumlah' yang menurut mereka kental dengan nuansa alternative. Dilanjutkan 'Playboy' yang bercita rasa Rock'n Roll. Sementara lagu 'Ketahuan' berada di track 10 dalam album perdana mereka yang bertajuk 'Ketahuan, Sumpah Mati, Playboy' (2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu kita nggak mau, ini bukan kita banget. Gengsi. Tapi ternyata gengsinya jadi duit, mau nggak mau kita album kedua ya mirip-mirip 'Ketahuan'," tuturnya saat berbincang dengan detikHot.
Sang vokalis Sunu Hermaen menambahkan, membuat musik yang bisa diterima mayoritas masyarakat adalah hal yang sulit. Sebaliknya, mereka bisa saja membuat musik yang terdengar rumit, namun semua dirasa percuma jika yang mendengarkan hanya segelintir orang.
"Jadi ngapain kita bikin sesuatu yang belum pasti kayak jazz, metal, nggak mungkin juga. Karena masyarakat juga menerima (musik Melayu), enak dan saling menguntungkan," tuturnya.
Kini Matta band sudah tak memusingkan suara-suara miring yang tujukan kepada musikalitas mereka. Karena pada akhirnya, mereka mengembalikan lagi ke pasar. Musik seperti itu terus bertahan karena banyak disukai.
"Terus terang saya survei, orang-orang yang memandang kita sebelah mata itu ya adalah orang-orang yang bodoh dalam bermusik. Mereka bahkan ada yang nggak bisa nyanyi, bisa main gitar satu chord, dua chord," ucap Sunu lagi.
(/)











































