Menurut Sunu, lagu tersebut telah ia ciptakan sebelum dirinya menikah. Bercerita tentang keinginan seorang pria yang ingin membina rumah tangga. Ketika itu, Sunu sedang melakukan proses seleksi untuk memilih wanita yang dianggap pantas untuk mendampingi hidupnya.
"Alhamdulillah setelah lagu itu saya jadi nikah," ucapnya ketika berbincang dengan detikHOT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semenjak berdiri pada 2006 lalu, band yang terbentuk di Bandung itu selalu mempertahankan cirinya untuk membuat lagu yang easy listening. Ciri itulah yang membuat Sunu cs bertahan dari gempuran band baru maupun boyband yang marak dalam satu tahun belakangan.
Pada Januari lalu, Matta band sempat manggung di sebuah acara di Singapura. Mereka tak menyangka banyak penonton yang hapal dengan lagu-lagu mereka.
"Responnya bagus banget. Saking kagetnya, saya sampai salah kiblat pas lagi salat," ujar Yogi Wargana alis Igoy sang gitaris.
Menurut Yadi Bachman alias Wox sang penggebuk drum, manggung off air dan tampil di televisi sangat membantu mereka bertahan di industri musik. Apalagi penjualan fisik CD semakin menurun.
Hal tersebut diperparah karena pemasukan mereka dari royalti Ring Back Tone (RBT) menurun drastis. Namun hal tersebut tak menyurutkan band yang terkenal lewat his 'Ketahuan' itu untuk terus berkarya.
Proses jatuh bangunnya Matta band membuat para personelnya semakin solid dan dewasa dalam memandang sebuah permasalahan. Kini mereka berevolusi menjadi sebuah band yang memiliki pemahaman lebih mendalam soal agama. Hal itu secara langsung memberikan pengaruh bagi pribadi masing-masing personel.
Bagaimana ceritanya? Simak terus Main Stage detikmusic.
(ich/yla)











































