Mengulang Kenangan Indah di Konser Roxette

Mengulang Kenangan Indah di Konser Roxette

- detikHot
Minggu, 04 Mar 2012 02:02 WIB
Mengulang Kenangan Indah di Konser Roxette
Jakarta - Ketika lagu-lagu hits Roxette populer, saya masih sangat belia. Tapi orangtua saya berhasil membuat saya jatuh cinta akan lagu-lagu pop rock Roxette. Maka tak heran, jika saya masih sangat mengingat lagu mereka dengan erat di kepala saya.

Tidak perlu pikir dua kali untuk menonton konser duo asal Swedia yang telah berkarier di dunia musik selama 26 tahun itu. Konser digelar di sebuah gedung baru bernama Mata Elang Internasional Stadium (MEIS) Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (3/3/2012). Promotor Big Daddy Live Concerts yang memboyong mereka datang ke Tanah Air.

Marie Fredriksson sang vokalis tidak lagi sesegar perempuan yang saya lihat di video klip Roxette zaman dulu. Namun ia mempertahankan model potongan rambut pendeknya. Marie masih percaya diri memakai celana kulit berwarna hitam dalam konsernya. Ia melengkapi busana dengan kaus hitam dan jaket putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guratan keriput terlihat jelas di tangan, leher juga wajahnya. Wajar saja, tahun ini usia Marie menginjak 54 tahun. Penyakit kanker otak yang sempat dideritanya juga menguras habis tenaga Marie. Ia tak tampak banyak bergerak. Marie setia untuk berdiri tegak di tempatnya dan sesekali bergoyang. Kabarnya mata kanan Marie telah mengalami kebutaan karena penyakit tersebut.

Konser dimulai pukul 20.10 WIB. Sang gitaris Per Gessle tampak setia berada di samping Marie sepanjang konser. Lima orang personel pengiring membantu mereka di atas panggung. Tak tanggung-tanggung, lagu hits 'Dressed for Success' disimpan di awal konser.

Sekitaran 3.500 penonton yang memadati arena konser bergoyang dan bernyanyi bersama mereka. Disusul lagu 'Sleeping in My Car' dan 'The Big L'.

"Sangat menyenangkan bisa melihat kalian semua," itulah kalimat pertama yang terucap dari bibir Marie saat menyapa para penggemarnya.

'Wish I Could Fly' mengajak saya kembali ke masa lalu. Lirik galau yang manis membuat para penonton terhanyut. Jujur saja, saya hampir tak melihat ada ABG dalam konser ini. Tapi justru sepasang suami istri yang membawa anak mereka banyak terlihat di konser.

Roxette pun masuk dalam sesi mellow. Marie menyanyikan lagu 'Perfect Day' dengan iringan kibord. Dilanjut dengan 'Things Will Never Be the Same'. Per naik dengan gitar akustik mengiringi Marie. Ia lalu memilih sebuah single yang berusia 25 tahun untuk dinyanyikan bersama penonton yaitu 'It Must Have Been Love'. Marie dan Per menghentikan musik dan memberi kesempatan pada kita untuk bernyanyi bersama. Sebuah koor yang cantik.

Kembali dengan full band lagu 'Fading Like a Flower' melanjutkan konser. Disambung Per yang kemudian menyanyikan 'Crash! Boom! Bang!'. Lagu 'How Do You Do!' di-medley dengan 'Dangerous'. Konser semakin panas ketika lagu 'Joyride' tiba-tiba dimainkan.

Betapa kecewa penonton ketika Roxette dan timnya pamit dari atas panggung. Tapi lampu masih redup, kesempatan untuk meminta lagu-lagu mereka lainnya masih ada. Encore pun berlangsung sekitar 3 menit dan mereka kembali.

'Spending My Time' lagi-lagi membuat koor panjang yang ciamik dari penonton. Saya tentu saja tak ketinggalan ikut bernyanyi. Kapan lagi bisa nyanyi bareng si empu-nya lagu. 'The Look' kembali memanaskan konser. Dan untuk kedua kalinya Roxette pamit undur diri.

Seperti dugaan saya, mereka tidak benar-benar pergi. Saya masih menanti lagu 'Listen to Your Heart'. Benar dugaan saya, mereka kembali dan membawakan lagu itu.

"Kami tak mungkin meninggalkan kalian tanpa menyanyikan lagu ini," tutur Per.

Konser Roxette benar-benar nyaris sempurna di mata saya. Roxette masih punya greget masa muda mereka, walau sesekali Marie tampak kesulitan mengambil nada tinggi dalam beberapa lagu. Tapi hal itu masih bisa termaafkan.

Marie pun mencoba menebus kesalahannya dengan akhir yang manis di lagu 'Listen to Your Heart'. Dua kalimat terakhir di lirik lagu tersebut dinyanyikan Marie tanpa musik. Ia mencoba mengambil nafas panjang untuk bisa mencapai nada tinggi. Tapi ternyata yang terjadi adalah sound mati ketika Marie memasuki lirik terakhir lagu tersebut.

Di giant screen ia tampak mengambil ancang-ancang panjang untuk menutup lagu dengan sempurna. Urat-urat di lehernya menebal, Marie menutup mata berkonsentrasi. Tak ada suara yang keluar lewat loudspeaker. Kata-kata dari bibir Marie keluar tanpa pengeras suara. Sungguh sangat disayangkan. Kekecewaan tampak di wajahnya, Per dan band pun memutuskan untuk langsung mengakhiri konser tersebut tepat pukul 22.10 WIB.

Menurut songlist yang kemudian beredar usai konser, seharusnya mereka menyanyikan satu lagu lagi yaitu 'Church of Your Heart'. Namun ternyata niat tersebut urung dilakukan. Tapi sebanyak 19 lagu dirasa sudah cukup membuat penonton super puas menikmati Roxette.

Satu momen yang membuat saya tersentuh, Per membantu Marie meninggalkan panggung. Ia memapah rekan duetnya itu yang tampak sudah sangat letih. Per memeluk Marie dan sekali lagi mereka berdua berbalik ke arah penonton dan pamit undur diri tanpa kata-kata.

(yla/yla)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads