Kikan memutuskan untuk hengkang dari Cokelat pada 20 Mei 2010. Disusul dengan pemutusan hubungan kerja bersama Ervin sang drummer. Cokelat lalu mencari vokalis baru dibantu Otto, drummer band Omellete.
Tak lama kemudian mereka menemukan Sarah Hadju yang sebelumnya eksis sebagai salah satu finalis 'Indonesian Idol'. Ternyata dalam perjalanan Cokelat banyak menemukan ketidakcocokan dengan Sarah. Perempuan satu anak itu pun resmi menjadi vokalis Cokelat selama 1,5 tahun saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
vokalis Cokelat sejak 4 Januari 2012.
"Kalau ditanya capek itu pasti. Karena ini capeknya pikiran juga fisik. Secara fisik waktu kita audisi Sarah dan Jackline kami benar-benar turun. Satu hari itu bisa 6 - 9 jam jamming dengan peserta. Secara pikiran juga begitu," ujar sang gitaris Edwin kepada detikhot.
Namun para personel Cokelat memilih untuk menikmati semua masa yang memang harus mereka lewati. Bahkan kata jenuh ngeband bersama Cokelat sudah berhasil mereka lewati.
"Saat masuk album ketiga dan keempat bersama Kikan gue jenuh banget. Tapi terus terang belakangan nggak pernah jenuh karena punya tantangan. Gue merasa lebih hidup daripada gue gitu-gitu aja. Dan ini belum tentu bikin gue jenuh pada 14 tahun berikutnya," tandas sang bassis Ronny.
Dengan segala pengalaman yang terjadi, Cokelat merasa seperti band baru terus. Yang mana hal itu dirasa mereka sangatlah baik.
"Gue bukan mengejar Cokelat sekarang harus lebih baik dari zaman Kikan atau Sarah. Harapan gue Cokelat sekarang jalan secara sehat. Gue berlima benar-benar nyaman secara profesional dan kekeluargaan. Dengan adanya semua ini membuat gue feel young," tegas Edwin.
(yla/ast)











































