Ngayogjazz 2011 digelar di Kotagede, Yogyakarta, Sabtu (12/11/2011) mulai pukul 14.00 WIB. Tak hanya musisi jazz terkenal dari Jakarta dan tuan rumah yang bakal hadir. Namun, berbagai komunitas jazz dan warga sekitar juga akan bergabung dan berinteraksi lewat musik.
"Semua orang di Ngayogjazz bisa berinteraksi tanpa ada sekat-sekatnya lagi. Masyarakat Kotagede dengan berbagai kegiatan keseniannya juga kita ajak ikut terlibat," kata musisi Djadug Ferianto kepada wartawan di RM Omah Dhuwur, Kotagede, Rabu (9/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapapun boleh main. Ngayogjazz berbeda dengan jazz festival yang kita kenal sekarang ini, orang-orang yang main atau musisinya hanya itu-itu saja. Kita mencoba semua komunitas untuk main," katanya.
Tema tahun ini adalah "Nandoer Jazzing Pakarti", yang merupakan plesetan dari ungkapan Jawa "Ngunduh Wohing Pakarti" (menuai hasil usaha).
"Kita berusaha menanam perbuatan baik itu sehingga Ngayogjazz bisa menjadi lahan subur untuk bercocok tanam, tempat yang baik untuk persemaian, menempa diri dan berbagi dalam berkegiatan musik terutama para musisi muda," terang Djadug.
Tahun lalu, Ngayogjazz digelar di rumah pelukis Djoko Pekik di Kasihan, Bantul. Tahun ini, di sekitar Pasar Kotagede dan kompleks makam. Akan ada sedikitnya 6 panggung, masing-masing Panggung Gaog, Panggung Spleker, Panggung Horn, Panggung Sirine, Panggung Tjorong dan Panggung Swara Warga.
Dibuka secara gratis, dilengkapi pasar kuliner dan aneka kebutuhan warga, Ngayogjazz akan dimeriahkan antara lain oleh Rieka Roslan, Idang Rasjidi, dan Trie Utami. "Warga Kotagede dengan kesenian tradisionalnya juga kita ajak pentas seperti kesenian Ledek Gogik, Calung, dan Salawatan Mataram," pungkas Djadug.
(bgs/mmu)











































