Konspirasi Tak Mau Sekadar jadi Band Indie

Main Stage

Konspirasi Tak Mau Sekadar jadi Band Indie

- detikHot
Rabu, 26 Okt 2011 15:01 WIB
Konspirasi Tak Mau Sekadar jadi Band Indie
Jakarta - Band rock harus menempuh jalur indie? Band grunge Konspirasi tak mau terkungkung dengan anggapan tersebut. Mereka pun berhasil menembus label major dan siap menyebar musiknya secara nasional juga internasional.

Konspirasi telah mendapatkan kontrak dengan label E-Motion untuk merilis album perdananya pada November mendatang. Album mereka rencananya akan diberi tajuk 'Teori Konspirasi'. Dan band yang digawangi Edwin Marshal, Marcell Siahaan, Candra Hendrawan Johan alias Che dan Romy Sophiaan itu benar-benar serius menggarap album tersebut.

Rully Worotikan menjadi produser mereka. Konspirasi tak mau sekadar rekaman seadanya. Kualitas jadi nomor satu bagi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Ini salah satu kampanye kita. Kita membuktikan band dengan musik seperti kita udah bisa diterima label. Semua teman-teman kita di indie selama ini punya ketakutan kepada label mainstream. Ternyata kuncinya cuma satu, kualitas," jelas sang gitaris Edwin kepada detikhot.

"Gue perhatiin banyak musisi-musisi yang indie dan anti pada label. Kalau didengerin, lagunya bagus. Tapi sayang nggak mau pakai produser. Nggak mau pakai sound yang bagus. Itu yang bikin mereka jadinya nggak survive. Gue selalu berusaha untuk kita ini pengen nunjukin bahwa musik lo boleh apapun tapi jangan menurunkan kualitas. Buat gue, rekaman dengan sound yang bagus itu baru namanya idealis," tandas Marcell sang drummer.

Konspirasi pun kini tengah meramu formula agar album mereka bisa dibeli pecinta musik. Mereka tak mau musiknya hanya laku dan didengar dalam format RBT (Ring Back Tone) saja. RBT laku tak masalah, tapi album mereka harus dua kali lebih banyak penjualannya.

"Coba aja lo dengerin band rock atau metal kayak Slipknot di RBT, mending dengar Ayu Ting Ting. Kan nggak jelas cuma 30 detik durasinya. Udah rusak, mono pula. Maksudnya bukan underestimate. Kita hidup dari situ tapi kita berusaha untuk balance karena pesannya harus sampai. Nah caranya lewat penjualan fisik ataupun download yang legal," terang Marcell.



Dari iseng, kini proyek Konspirasi berubah menjadi superserius. Semua digarap dengan hati-hati dan teliti. Jualan jadi nomor satu bagi mereka.

"Jualan jelas, kita nggak bilang Konspirasi hadir hanya meramaikan blantika musik. Tai kucing. Blantika musik udah penuh. Penuh sama yang nggak ramai-ramai. Makanya kita kasih yang nge-grunge," celoteh Marcell.
(yla/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads