Kepergian sang vokalis yang terjadi pada Juli 2010 menjadi titik balik mereka. Band yang kini digawangi Dimas (vokal), Aryo (drum), Joey (bass), Vicky (gitar) dan Kido (kibord) itu menemukan vokalis yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Nuansa jazz mungkin lebih kental terdengar ketika kita pertama kali mengenal Twentyfirst Night. Tapi kini mereka cenderung lebih nge-rock.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Dream of Youth' ternyata memang berisikan mimpi-mimpi tentang Indonesia yang lebih baik. Memuat keluh-kesah anak muda bangsa yang kecewa akan Indonesia.
"Kadang orang suka ngeluh, Indonesia kok gini, Indonesia kok gitu. Nah kita mengangkat sisi Indonesia yang lebih itu gimana ya. Mimpi-mimpi kita seperti apa," ujar sang drummer Aryo ketika bertandang ke kantor detik.com.
Jelas, tema-tema lagu yang diangkat di album ini berbeda dari sebelumnya. Di album perdana, kisah-kisah percintaan sangatlah dominan. Di 'Dream of Youth' mereka menyerukan perdamaian, cinta Indonesia dan lingkungan.
"Kita mencoba membuat susuatu yang belum kita sentuh di album sebelumnya. Global warming, perdamaian, kisah seorang laki-laki yang berjuang dengan tenang, lebih laki-lakilah, lebih essential," tutur sang bassis Joey.
Album tersebut dirilis di bawah label Organic Records pada 10 Agustus lalu. Twentyfirst Night pun berharap materi baru mereka sanggup dilirik pecinta musik.
(yla/mmu)











































