Romantisme George Benson di Penutupan JJF 2011

Romantisme George Benson di Penutupan JJF 2011

- detikHot
Senin, 07 Mar 2011 07:00 WIB
Romantisme George Benson di Penutupan JJF 2011
Jakarta - Java Jazz Festival 2011 usai digelar. Sudah banyak musisi jazz muda bahkan yang legendaris yang tampil di sana. Salah satunya, George Benson dan ia juga lah yang menutup gema JJF 2011 dengan cita rasa romantis.

George tampil di hari terakhir JJF 2011 di D2 Axis Hall, PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (6/3/2011). Sejak 30 menit sebelum dimuai, penggemar George sudah bertengger di pintu depan D2 Axis Hall. George mulai main pukul 20.15 WIB.

Seperti yang sudah diberikan sebelumnya, hari terakhir JJF 2011 ini didominasi oleh para orangtua. Fariz RM dan George Benson pun menjadi favorit para pengunjung hari itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muncul di panggung, penyanyi jazz kelahiran 22 Maret 1943 itu langsung melebarkan senyumnya. Seperti biasa penyanyi jazz Amerika Serikat itu murah senyum dan mempunyai sisi humoris yang tinggi.

Hal itu ditandai saat menyanyikan hits-hitsnya, George sering menunjukan goyangannya yang khas. Sesekali pria berkulit hitam itu menjentikan jarinya.

Dengan mengenakan kaos hitam berjas ungu George memang sudah sengaja memilihkan lagu-lagunya yang dikenal romantis. Sebut saja 'In Your Eyes', 'Moon Light', dan
'Nothing Gonna Change My Love for You'. Lagu tersebut banyak dipesan oleh semua penonton dan George pun mewujudkan.

Banyak dari penonton yang membawa serta anaknya untuk menonton penyanyi kelahiran Pittsburgh itu.

Selain menyanyi, George juga menunjukkan kepiawaiannya memainkan gitar. Ibanez GB10 berwarna kuning telur itu menjadi ciri khas setiap aksi panggung George. Tercengang, itulah reaksi mereka melihat penyanyi yang masih tampak segar di usianya yang sudah tua.

Masuk ke pengunjung konser, George berbagi pengalamannya soal karier dan makna di setiap lagu-lagunya. Misalnya saja 'Greatest Love of All' yang ia populerkan di tahun 1977.

"Beberapa waktu lalu di sebuah jalan di New York. Saya bertemu dengan seorang remaja perempuan berusia 17 tahun. Dia bilang, 'George, saya suka lagu ini, sangat suka sekali'. Saya bilang, 'iya trimakasih, saya sangat apresiasi itu. Lagu ini bagus, banyak yang suka. Ini menjadi lagu bio-pic Muhammad Ali (petinju)," begitu ceritanya di atas panggung.

Sepanjang 1 jam show, George begitu akrab dengan penonton. Tidak ayal di setiap lagu-lagu hits yang dinyanyikan suami dari Johnnie itu terus mendapatkan teriak histeris.

(ebi/hkm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads