Tahun 90-an, Satriyo memutuskan untuk menaruh hidupnya di sebuah gitar. Saat itu Satriyo muda berkelana ke Jakarta dari Surabaya dengan bermodalkan sebuah demo lagu Padi.
Tidak langsung memberiakan demo tersebut ke label, saat itu Piyu bercerita pernah bekerja di bengkel, bahkan menjadi cleaning service. Saat itu tahun pertama diri menginjakkan kaki di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya Piyu pun berusaha membangun jaringan. Caranya ia 'sok kenal' dengan beberapa musisi dan orang label. Termasuk ke pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani.
"Terus sempat diguyonin Ahmad Dhani. Dia bilang, 'sudah pak yang demo itu nggak usah didengerin, nggak enak itu'. Itu waktu itu seperti gitu, dasar guyonan orang Surabaya," katanya seraya tertawa mengenang awal Padi dikenal di Indonesia di akhir 90-an.
Dari aksi dan perjuangan Piyu tersebut, Satriyo Yudi Wahono yang sebelumnya belum jadi apa-apa, sekarang bisa menjadi gitaris terbaik di Indonesia.
(ebi/ebi)











































