"Ini dangdutnya nge-pop banget. Makanya saya bilang pengen buat sesuatu yang baru. Saya nggak mau dangdut yang gitu-gitu terus. Jadi ada pembaharuan. Karena dokter (Tompi) lagi sibuk banget, jadinya buat musiknya dulu," ujar Iis ditemui di Rolling Stone Cafe, Jl Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2011) malam.
Menurut Iis, seorang seniman musik tidak hanya terpatok pada satu jenis musik saja. Perempuan berusia 38 tahun itu ingin melakukan eksplorasi dengan karakter suara yang dimilikinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ketakutan nggaklah. Kalau kita menghasilkan satu karya, membuat suatu karya optimis aja dulu. Yakin aja dulu. Ke belakangnya diterima atau nggak, pasar yang bicara. Yang penting kita membuatnya dengan kualitas yang bagus," jelas Iis.
(yla/yla)











































