Kritikan itu muncul terkait pameran lukisan pernyanyi bernama asli Robert Allen Zimmerman itu. Penyanyi kelahiran 24 Mei 1941Β itu, seperti dilansir Contactmusic, Selasa (7/9/2010), memamerkan 40 karya lukisnya di National Gallery of Denmark. Lukisan Dylan dipamerkan mulai 3 September 2010 dan akan ditutup pada 30 Januari 2011 mendatang.
Sayangnya, karya penyanyi 69 tahun itu dicela oleh pers Denmark. Salah satunya Berlingske Tidende menulis karya lukis Dylan tidak sehebat karya musiknya. "Ketika kita bicara tentang musik, Bob Dylan adalah salah satu Picasso abad 20, tapi ini tidak berlaku untuk karya lukisnya," kritik Berlingske Tidende.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian kepala National Gallery Karsten Ohrt membela Dylan. Baginya lukisan tersebut sangat pantas dipamerkan di galerinya. "Kami kira Dylan adalah pelukis yang berkualitas dan menarik bagi pelukis Denmark dan kolektor seni," ujar Ohrt.
Dylan jauh sebelum lukisannya dipamerkan telah membuat pengakuan ia selalu melukis namun tidak ada seorangpun yang mengagumi lukisan yang dibuatnya."Aku selalu menggambar dan melukis namun tak seorangpun tertarik akan hasil karya ku. Tak ada yang pernah mendukungku, mulai saat ini aku akan mewujudkan dan memamerkan hasil karyaku," jelas Dylan.
Bob Dylan melukis sampul albumnya yang bernama 'Self Portrait' pada tahun 1970, dia juga pernah menggambar untuk sebuah buku yang berjudul 'Writings and Drawings' dan menulis lirik-liriknya pada tahun 1962 hingga 1985.
Dalam dunia musik, Dylan merupakan penyanyi-penulis lagu, musikus yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat. Selain dikenal sebagai penyanyi, Dylan juga dikenal sebagai penyair dan tokoh pergolakan di negeri Paman Sam itu. Sebagian dari lagu-lagunya, seperti "Blowin' in the Wind" dan "The Times They Are A-Changin'", menjadi "lagu kebangsaan" dari gerakan anti perang dan gerakan hak-hak sipil.
(iy/iy)











































