Judul 'Nusa Swara' sendiri merupakan kependekan dari kata 'Nusantara' dan 'Suara'. Dengan mengacu pada wawasan kebudayaan Nusantara dan mengolah keragaman suara, Kua Etnika berusaha untuk mengingatkan betapa yang disebut dengan Nusantara sesungguhnya adalah proses panjang dari berbagai suara-suara yang kemudian menjadi orkestrasi bangsa kita.
Menurut Djaduk, realitas sosial politik yang sekarang terjadi dalam bangsa ini semakin memperlihatkan 'kebuntuan dialog' saat jalan kekerasan digunakan untuk menyelesaikan persoalan. Di sinilah Kua Etnika kemudian menafsir dan merespon realitas tersebut sebagai sumber inspirasi juga kreatif bagi komposisi-komposisi yang mereka persiapkan dalam konsernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konser yang akan digelar di Teater Salihara pada Rabu (25/8/2010) pukul 20.00 WIB itu akan menyajikan nomor-nomor komposisi dari album terbaru Kua Etnika berjudul 'Nusa Swara'. Komposisi repertoar yang sudah mereka persiapkan sejak setahun yang lalu itu antara lain, 'Tresnaning Tyang', 'Bromo', 'Merapi Horeg', 'Matahari', 'Cilik', 'Reog', 'Ronggeng to Latinos' dan masih banyak lagi.
Kua Etnika merupakan kelompok musik yang didirikan oleh seniman Djaduk Ferianto, Purwanto dan Butet Kertarejasa pada tahun 1995. Kelompok musik mereka telah menghasilkan beberapa album antara lain 'Nang Ning Nong', 'Orkes Sumpeg' dan 'Many Skins One Rhytm'.
Bergabungnya penyanyi Trie Utami dalam kelompok musik tersebut pada pertengahan 2000-an, semakin memperkuat karakter musik mereka. Kua Etnika juga pernah menggelar pertunjukan di sejumlah negara seperti, Belanda, Malaysia, Austria, Singapura, Australia dan beberapa kota di Eropa. (ich/ebi)











































