Jazz Rasa Indonesia di Vienna Jazz Festival 2010

Laporan dari Austria

Jazz Rasa Indonesia di Vienna Jazz Festival 2010

- detikHot
Kamis, 24 Jun 2010 07:47 WIB
Jazz Rasa Indonesia di Vienna Jazz Festival 2010
Jakarta - 'Vienna Jazz Festival' Kembali digelar di Wina, Austria. Kali ini waktunya musisi jazz Indonesia unjuk gigi. Dwiki Dharmawan and Friends lah musisi itu.

Sebelumya 'Vienna Jazz Festival' menghadirkan kelompok musik etnik, Kua Etnika. Pada 'Vienna Jazz Festival 2010' ini, 'Dwiki Dharmawan and Friends' didapuk menjadi bintangnya. Mereka dijadwalkan akan beraksi pada 7 Juli 2010 mendatang di gedung balai kota Arkandenhof Rathaus di pusat kota Wina.

Di bandnya, Dwiki akan tampil bersama Ade Rudiana (perkusi/gamelan/alat musik bambu/seruling), Barry Likumahuwa (bass), Andy Suzuki (saksofon) dan Kamal Musallam (pemain oud, alat musik petik dari Timur Tengah). Farabi Inter Cultural Center pun akan mendukungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain tampil dalam ajang musik bergengsi itu, Dwiki cs juga akan memberikan workshop kolaborasi musik etnik Indonesia dan jazz. Acara itu diselenggarakan di ruang serbaguna KBRI Wina pada keesokan harinya pada 8 Juli 2010 pukul 10.00 waktu setempat.

Nama Dwiki Dharmawan sendiri mulai mencuat dalam panggung musik internasional sejak dirinya bergabung dengan grup musik Krakatau pada tahun 1985. Bersama Krakatau, Dwiki berhasil meraih penghargaan β€˜The Best Keyboard Player’ pada Yamaha Light Music Contest tahun 1985 di Tokyo, Jepang. Dwiki juga pernah meraih Grand Prize Winner pada Asia Song Festival 2000 di Philipina.

Nama Krakatau semakin berkibar ketika Jurnal Worlds of Music terbitan Amerika Serikat menyebut Krakatau sebagai bagian penting dari pengembangan musik dunia. Sejak itulah Krakatau mendapat pengakuan yang luas dari dunia internasional karena dianggap berhasil memadukan gamelan serta musik-musik tradisi Indonesia lainnya dengan jazz yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dwiki dikenal aktif menekuni berbagai musik tradisi Indonesia. Ia memulai mengeksplorasi musik Sunda, tanah kelahirannya. Setelah itu emudian merilis album 'Mystical Mist' serta 'Magical Match'. Bukan hanya memberikan nuansa sentuhan musik tradisional dari pulau Jawa, Dwiki juga meramu komposisi jazz yang dipadukan dengan tradisi Aceh, Melayu, Bali, dan musik-musik Indonesia Timur.

Masarakat Austria sudah tidak sabar menantikan penampilan Dwiki yang mampu memberikan rasa baru musik Jazz yang segar danΒ  unik dalam pagelaran 'Vienna Jazz Festival' nanti. (ebi/ebi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads