Selama SBY memimpin Indonesia pada 2004-2009 banyak perubahan yang dirasakan Kikan cs. Terutama soal kebebasan untuk bermusik.
Namun tidak dengan pembajakan, justru pembajakan musik Indonesia semakin mengakar. Grup band pelantun 'Bendera' itu mendesak presiden yang sudah memimpin 2 periode itu untuk segera mengambil langkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuktikan kalau pembajakan masih mengakar di industri musik Indonesia, Cokelat 'merazia' penjual kaset bajakan. Ternyata benar, masih marak kaset yang dibajak. Bahkan tak hanya kaset, lagu Cokelat juga di bajak lewat MP3.
"Kita sering ngobrol sama pembajak langsung. Kebanyakan dia malah malu dan kaset Cokelat langsung diumpetin. Tapi sebenernya harus diambil dari akar-akarnya," jelas Kikan.
Melihat kejadian itu, Cokelat tak langsung geram, mereka hanya menaruh senyum saja. Namun begitu sering melihat lagu-lagunya di bajak, Cokelat pun tak lagi bisa tersenyum.
"Kita harus menyebarkan virus positif. Cuma Cokelat positif thinkingΒ aja. Kita sering ke pasar, jalan ke tempat dagang. Iseng aja nyari (kaset/MP3 Cokelat bajakan), awalnya ngeliat itu semua ketawa-ketawa tapi pada akhirnya ini jadi nggak lucu lagi," tutup Kikan. (ebi/kee)











































