Lagu Dibajak, Afgan Kurang Setuju Telko Malaysia Dituntut

Lagu Dibajak, Afgan Kurang Setuju Telko Malaysia Dituntut

- detikHot
Kamis, 16 Jul 2009 10:37 WIB
Lagu Dibajak, Afgan Kurang Setuju Telko Malaysia Dituntut
Jakarta - Lagu Afgan dipakai tanpa izin oleh perusahaan telekomunikasi (telko) di Malaysia. Label Afgan pun menuntut ganti rugi. Ternyata si pemilik suara di lagu tersebut kurang setuju dengan itu.

Wanna B selaku label yang menaungi Afgan menuntut ganti rugi kepada pihak operator telko Malaysia, Maxis senilai Rp 30 miliar. Menurut Afgan tindakan tersebut kurang berkenan di hatinya. Apakah Afgan tak merasa dirugikan karena lagu 'Bukan Cinta Biasa' yang ia nyanyikan dibajak?

"Oh kalau saya nggak terlalu. Karena yang menciptakan lagu bukan saya. Semua modal bikin lagu juga dari label. Jadi yang lebih dirugikan komposer dan label," ujar Afgan ditemui dalam acara final Abang None di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2009) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Afgan sebenarnya lebih suka urusan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Namun Afgan juga tak mau terlalu ikut campur karena menurutnya semua itu adalah urusan label. Berkali-kali Afgan menjelaskan bahwa tuntutan datang dari label, bukan Afgan.

"Saya sih inginnya nggak mau terlalu ribet ya. Kompromiin aja. Pihak sana (Maxis.red) sama pihak sini (Wanna B) kompromilah ambil jalan tengahnya. Nggak perlu dengan tuntutan yang begitu besar. Saya sih kurang support ya," jelas Afgan. (yla/yla)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads