"Aku pengin label-label itu ada yang memikirkan, musik Indonesia ini mau dibawa ke mana," ujar Armand saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2009).
Pelantun '11 Januari' itu melihat ramainya musik mendayu-dayu sebagai sebuah fenomena. Seperti ketika booming musisi Malaysia di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika musik mendayu-dayu membuatnya prihatin, bagaimana dengan musisi yang melakukan plagiat? Ternyata Armand melihat itu sebagai hal yang biasa.
"Itu nggak apa-apa. Mungkin aja mereka nggak tahu kalau mereka meniru. Lagian tidak ada hukum yang melarang," urainya.
Hanya saja, lanjut Armand, musisi yang plagiat tersebut pada akhirnya harus menerima konsekuensi dari tindakan mereka. Seperti ditinggalkan fans atau dihujat.
"Ya tapi kalau lagu gue sampai diplagiat sih gue bangga," tandas Armand. (eny/eny)











































