Anehnya Deddy Dores mengaku tidak memiliki masalah dengan pedangdut goyang ngebor itu. "Sebenarnya masih rancu juga, karena memang sebetulnya antara saya dengan Inul tidak ada apa-apa, tidak ada masalah pribadi," jelas Deddy saat ditemui bersama Benny Panjaitan di kafe Tee Box, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2008) malam.
Deddy dan Benny yang tergabung dalam organisasi Suara Perjuangan Indonesia (SPAINDO) mengutarakan, permasalahan hukum yang sebenarnya terjadi ialah antara pihaknya dengan PT Kodi. Perusahaan tersebut milik seorang warga negara Korea bernama Kim. PT Kodi inilah yang menjual mesin karaoke kepada Inul.
Duo musisi senior menduga PT Kodi lewat mesin karaokenya, telah melakukan penggandaan lagu tanpa membayar royalti pada para pencipta lagu. Padahal mesin karaoke yang telah dijual ke usaha karaoke milik Inul diyakini telah berjumlah signifikan.
Maka dari itu Deddy dan Benny mewakili sejumlah musisi lainnya yang tergabung di SPAINDO meminta hak royalti lagu mereka. Hak royalti itu dikalikan dengan jumlah mesin karaoke yang dijual PT Kodi ke Inul Vista.
"Yang kita tuntut bukan performing live, tapi yang kita tuntut mechanical right. Saya sudah ketemu dengan PT Kodi untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi malahan PT Kodi menantang menyelesaikan secara jalur hukum," jelas Deddy.
Kedua musisi itu meminta agar profesi dan kerja keras mereka sebagai pencipta lagu dihargai. "Itu sebenarnya hak kami, tapi kenapa kita minta-minta seakan-akan kita pengemis," pungkas Deddy. (fjr/eny)











































