Dituntut US$ 1 Juta, Ahmad Dhani Plin-plan

Dituntut US$ 1 Juta, Ahmad Dhani Plin-plan

- detikHot
Selasa, 16 Sep 2008 19:40 WIB
Dituntut US$ 1 Juta, Ahmad Dhani Plin-plan
Jakarta - Sidang lanjutan Dhani versus Aquarius kembali digelar Selasa (16/9/2008) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dhani yang diminta menjadi saksi hadir dalam persidangan. Namun karena plin-plan dalam menjawab pertanyaan, pentolan Dewa 19 itu pun mendapat teguran dari hakim.

Ayah 3 anak itu mengubah-ubah keterangannya ketika ditanya kapan Dewa 19 mulai bekerjasama dengan perusahaan rekaman Aquarius.

"Perjanjian mulai tahun 1993, eh maaf salah perjanjian mulai tahun 1995, dalam perjanjian itu saya sebagai artisnya, bukan, bukan tahun 1997, apa mungkin tahun 1996 kali yah," ujar Dhani sembari mengaruk-garuk kepalanya ketika menjalani persidangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2008) petang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ayal keterangan kreator band 'The Rock' itu memancing emosi ketua majelis hakim, Panji Widodo. "Anda kalau tidak tahu bilang tidak tahu, kalau lupa bilang lupa," ujar Panji sembari menunjuk ke arah hidung Dhani.

Sidang yang berlangsung selama 2 jam itu mendengarkan keterangan Dhani mengenai seluk beluk kesepakatan kontrak antara band Dewa 19 dengan Aquarius. Menurut bos Republik Cinta itu pihaknya merasa ditipu oleh pihak Aquarius melalui Iswandi Wijaya.

Pada tahun 2004 Dewa 19 dan Aquarius tengah menjajaki kontrak kerjasama untuk pembuatan album 'Laskar Cinta'. Dalam salah satu pasal disebutkan jika pihak Dewa 19 wan prestasi maka akan dikenakan hukuman sebesar US$ 1 juta. Pihak Dewa 19 merasa kalau pasal tersebut tidak tepat.

"Kita semua enggak punya uang segitu, lagian secara logika nilai proyek kita nggak sebanding kok dengan penaltinya," imbuh pria berjanggut itu.

Seluruh personel Dewa 19 yang saat itu terdiri dari Ahmad Dhani, Once, Andra dan Tyo Nugros menolak pasal tersebut. Namun menurut Dhani, Iswandi Wijaya menjamin tidak akan melakukan tuntutan hukum di kemudian hari. Karena pasal tersebut dicantumkan hanya sebagai formalitas belaka.

Namun belakangan di kemudian hari, pihak Aquarius menuntut Dhani sebesar US$ 1 juta karena meninggalkan perusahaan rekaman itu tanpa menyelesaikan 4 buah lagu yang telah disepakati sebelumnya. "Itu kan artinya saya ditipu, masa rumah saya mau disita sama mereka," tutur Dhani emosional.
(fjr/eny)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads