Selain pastinya mereka berada paling depan di atas panggung, jati diri sebuah band juga berada di pundak mereka. Bayangkan jika seorang Armand Maulana tak lagi memperkuat GIGI?
Dengan tak mengesampingkan para personel lainnya, tentu ketidakhadiran Armand membuat warna dari band pelantun '11 Januari' itu pudar. Itu hanya sebuah contoh. Berikut 10 vokalis band terbesar di dunia sepanjang sejarah versi polling NME.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Freddie Mercury, siapa yang tak mengenal vokalis flamboyan ini? Punggawa Queen itu tak hanya piawai mengolah vokalnya, ia juga terkenal dengan aksi panggungnya.
Jika Anda mendengar suaranya, sepertinya tak akan Anda temui lagi vokalis bersuara tinggi tersebut. Tak hanya itu, lagu-lagu ciptaannya juga selalu menjadi hits.
Bisakah Anda membayangkan orang lain bernyanyi dengan nada tinggi di 'Bohemian Rhapsody'? Tentu tidak.
2. Axl Rose

Banyak yang bilang mantan vokalis Guns n' Roses itu seorang yang arogan, biang rusuh, dan penyanyi paling sombong sedunia. Benarkah?
Di balik semua itu, Axl Rose adalah seorang vokalis hebat. Suaranya melengking, dan tentunya Anda tak meragukan aksi panggungnya sebagai frontman.
3. John Lennon & Paul McCartney

Di The Beatles, semua personel memang terdengar bernyanyi. Namun, tampaknya suara yang paling indah adalah milik John Lennon.
Apa yang Anda rasakan saat mendengar lantunan merdu Lennon di 'Imagine' atau teriakannya di βTwist and Shoutβ? Tak salah tentunya ia berada di sini.
Satu lagi yang melegenda dari The Beatles, Paul McCartney. Tutup mata Anda dan nikmati suaranya di 'Hey Jude' atau 'Live And Let Die'? Apa yang Anda rasakan?
4. Matt Bellamy

Apa yang akan terjadi pada Muse tanpa vokalis ini? Nyanyian bernada falsetto tentunya menjadi sebuah ciri khasnya.
Meski belum menjadi legenda seperti nama-nama di atas, Matt tentunya sangat berhak berada di sini. Secara fisik mungkin kecil, tapi berilah ia sebuah gitar listrik dan mikrofon, maka Anda akan merasakan energi dari rockstars ini.
5. Bob Marley

Sosok legendaris musik dunia, musik reggae. Bahkan dalam pidatonya, Perdana Menteri Jamaika Edward Seaga berkata, "His voice was an omnipresent cry in our electronic world. He is part of the collective consciousness of the nation."
(nu2/mmu)











































