Sudah tujuh album solo ditelurkan Katon. Namun tidak sedikit yang sulit membedakan proyek solo Katon dan ketika ia bersama KLa Project.
Lagu 'Engkaulah Bahagiaku' diciptakan sendiri olehnya. Ini adalah proyek solo yang kembali dikerjakan Katon setelah vakum selama dua tahun. Ini dia perbincangan dengan Katon ketika ditemui di kantor Nagaswara, Jl Johar, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manusia menemukan caranya masing-masing untuk bahagia. Tuhan itulah adalah sumber kebahagiaan. Isi dari syair lagu itu, ada yang bisa ditujukan ke Tuhan, pasangan, anak, benda kesayangan, pekerjaan yang dia cintai. Pokoknya semua bisa masuk tergantung yang menterjemahkan.
Idenya dari mana?
Di tengah kegelapan malam. Kalau semua udah pada tidur, istri, anak-anak udah pada tidur, saya lebih suka melek, saya menemukan quality time. Ini justru menjadi tambah inspirasi buat saya. Di dalam kesepian saya mencari kesyukuran dan mendapat inspirasi. Berbeda dengan manusia lainnya, kalau sudah kesepian justru malah goyah. Waktu yang paling bagus untuk saya adalah mencari kualitas itu sendiri.
Beda Katon dengan KLa Project?
Kalau di dalam KLa Project pasti ada Katon. Tapi dalam musiknya Katon belum tentu ada KLa Project. KLa Project itu ada tiga kepala yang sama kuat sekali kepribadiannya dalam pilihan bermusik. Ketika kami bersatu, pasti kami mencari tengahnya, irisan yang cocok. Jadi semua apa yang Katon lakukan, belum tentu si Adi dan Lilo itu tahu ataupun suka. Tapi Sebaliknya kalau di solo, apa yang Katon sukai pasti akan masuk, jadi akhirnya orang semakin mengenal selera bermusik seperti ini. Ada aliran R&B, rap, hip hop, balada dan segala jenis musik yang aku suka.
Apa ini idealisme Katon?
Single ini iya. Karena aku berusaha memadukan makanya aku sebut ini hybrid pop. Di dalamnya ada balada, R&B, dan terakhir slow rock. Ada unsur klasiknya yang Mozard. Nggak berat, karena ada popnya. Secara nggak sengaja ada variasi gaya musiknya. Apalagi dunia musik modern sekarang ini yah seperti itu.
Harapan?
Banyak orang yang bertanya apakah mau mencoba musiknya laku atau mau ikutin pasar? Kalau saya bermain musik itu mencintai apa yang saya lakukan. Passion saya bermusik. Musik itu makanannya cinta. Saya tidak akan berhenti mencintai. Ketika saya mencinta itulah hidup. Dan hidup saya untuk dan dari musik. Biar semesta pasar yang me-reward saya.
Izin ke KLa Project nggak bikin solo?
Mungkin bukan izin ya, mereka pasti tahu saya melakukan ini. Justru agendanya seharusnya di bulan Februari udah launching agenda ini. Tadinya mau dipasin sama momen Valentine. Album ini jauh udah siap sebelum KLa Project siap. Jadi memang saya udah ada jadwal. Justru yang mundur mungkin jadwal Kla-nya.
Saya tidak pernah bisa berhenti mencipta. Kebahagiaan saya adalah ketika saya melihat tempat dan suatu yang baru, dan ketika saya pulang dari tempat tersebut saya selalu membawa karya yang baru juga. Itulah kenikmatan saya. Jadi selalu ada aja.
Tak muluk, Katon memang sengaja merilis karyanya lewat single. Ia melihat zaman sekarang merilis single akan lebih efektif ketimbang album. Ia juga tak mau mubazir.
(yla/yla)











































