"Tentunya lebih suka live, tapi begitu banyak hal di industri musik Indonesia ini yang
membuat saya dan teman-teman harus bisa fleksible tanpa mengorbankan sisi kejujurannya," kata AriΒ ditemui di studio Dahsyat, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (12/4/2010).
Bagi mantan vokalis Dewa 19 itu, playback itu hanyalah salah satu cara untuk promo karena video klip musik sekarang sudah tergeser. Dengan kondisi seperti itu, mau tidak mau penyanyi harus kompromi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelantun 'Rahasia Ilahi' itu menuturkan, MTV saja sudah memangkas jam video klip. Sementara TV sekarang menetapkan harga yang cukup mahal untuk penayangan video klip. "Video klip sudah seperti iklan. Kalau dulu TV membutuhkan video klip, sekarang terbalik," kata pria kelahiran Madiun, Jawa Timur itu.
Ia meminta para musisi tidak terlalu serius menolak playback. Disarankan agar para musisi melihat playback sebagai kemasan untuk sarana promosi saja.
"Ini bukan masalah pembuktian jangan terlalu serius ketika banyak musisi yang sok tahu menyerang masalah playback ya bisa dibilang pahlawan kesiangan lah," kata penyanyi yang baru saja mendaur ulang lagu God Bless, 'Huma di Atas Bukit'.
Sebelumnya, Padi menyatakan menolak playback dan memilih bubar daripada harus menyanyi yang seperti lipsync itu. (iy/yla)











































