Kurangnya minat anak muda zaman sekarang untuk tertarik musik tradisional memang akan sangat panjang dibedah. Addie mempunyai dua masalah yang harus dipecahkan agar anak muda Indonesia betah menikmati pertunjukan musik orkestra tradisional.
"Pertama kita harus sering mengadakan pertunjukan musik orkestra dan harus ada juga tempatnya. Kedua, sejak dini harus ditanam bibit komponis muda lewat dibentuknya sekolah musik orkestra," katanya saat ditemui di Hotel Horisson, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putra dari tentara Indonesia, Bandi Sumaatmadja itu berkaca kepada Jepang soal betapa cintanya pemuda negara tersebut dengan musik tradisional mereka. Sejak dini, anak-anak kecil di Jepang sudah diarahkan ke bidang musik. Tak hanya itu, mereka pun mempunyai gedung pertunjukan.
"Mereka itu jadi terbiasa untuk memainkan atau hanya mendengarkan musik tradisionalnya. Jadi ada rasa kebanggaan. Apalagi juga tersedia sekolah konservatori untuk membentuk komponis," katanya.
Cinta karena terbiasa. Tips tersebut bisa diterapkan untuk remaja lebih mencintai musik tradisional. Jadi tak hanya konser lagu pop saja yang didalami, orkestra juga menarik untuk dijelajahi lebih dalam.
"Sama kalau ingin nikmat dengar musik keroncong, kita juga harus terbiasa dulu. Nah itu di tumbuhkan sejak dini dulu," papar Addie.
(ebi/yla)











































