Sebab, film jenis ini umumnya menghibur orang-orang yang lagi patah hati, putus cinta, pasangan cerai, atau mereka yang berkali-kali gagal dalam membina hubungan asmara. Bahwa, dia yang kita cintai akan selalu kembali kepada kita, dengan cara yang tidak tersangka-sangka. Ilusi khas dongeng Hollywood? Apa boleh buat! Tapi, kita suka kan?
'Bounty Hunter' tidak jauh beda dengan ribuan film komedi romantis yang pernah kita saksikan sepanjang hidup. Dari segi penokohan, misalnya, film ini juga standar saja. Nicole (Jennifer Aniston) adalah wartawan, dan Milo (Gerard Butler) adalah (mantan) polisi. Yang cukup unik adalah status hubungan-hubungan antara tokoh-tokoh ini, dan bagaimana mereka dipertemukan. Keduanya mantan suami-istri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alkisah, di tengah kesibukannya sebagai wartawan, Nicole harus menghadapi tuntutan pengadilan atas pelanggaran lalu lintas yang dituduhkan kepadanya. Pada hari ketika dia harus menghadiri sidang, datang informasi penting mengenai kasus bunuh diri yang sedang diselidikinya. Terpaksa, dia pun membatalkan persidangan.
Hakim yang tidak mau tahu, langsung mengetuk palu Nicole harus ditahan. Lembaga penjamin pun segara berusaha menangkap Nicole. Orang dari lembaga tersebut, yang kebetulan sedang pacaran dengan Milo, menawari mantan suami Nicole tersebut untuk menjadi "bounty hunter" alias pemburu buronan.
Bagi Milo, tentu hal itu merupakan kesempatan untuk membalas sakit hatinya kepada sang mantan istri. Di samping, dia sendiri yang telah dipecat dari kepolisian kini sedang bokek dan dililit banyak utang. Begitulah, perburuan pun dimulai. Bisa dibayangkan betapa kagetnya Nicole ketika tahu mantan suaminya berdiri di hadapannya, sebagai orang yang akan membawanya ke penjara.
Bagaimana Milo dengan tega dan tanpa perasaan iba sedikit pun berusaha melaksanakan tugasnya, dan bagaimana Nicole mencoba menghindar, menjadi bahan komedi yang mewarnai film ini. Sampai akhirnya, seseorang yang ada di balik kasus bunuh diri yang tengah diselidiki Nicole muncul, dan mengubah hubungan antara mantan suami-istri itu menjadi sepasang detektif yang bahu-membahu untuk menyingkap sebuah misteri. Dalam kebersamaan yang semakin intens itu, kenangan lama pun hadir kembali, dan membuat keduanya memikirkan kembali hubungan mereka di masa lalu.
Menyenangkan melihat Gerard Butler yang "oh so hot" itu berperan sebagai pencundang menyebalkan yang akhirnya insaf bahwa dalam hidup ini wajar saja orang pernah melakukan kesalahan.
"Yang tidak wajar justru ketakutan kita untuk mengakui hal itu," kata dia. Dan, Jeniffer Aniston mengobati kerinduan kita pada masa-masa ketika dia masih "hijau" di serial Friends, setelah beberapa kali kita menyaksikannya sebagai perempuan dewasa --dalam "Good Girl" atau "He's Just Not That in to You".
Dalam porsi yang sedikit, penampilan Christine Baranski sebagai ibu Nicole menambah nilai-menghibur dari film ini lewat dialog-dialog yang "kotor" dan momen-momen yang aneh. Secara keseluruhan, dampak film ini pada emosi kita mungkin memang tidak sebesar garapan sutradara Andy Tennant sebelumnya, terutama misalnya kalau kita bicara tentang "Sweet Home Alabama"Β (2002). Film ini lebih mudah cepat terlupakan.diputar di (iy/iy)











































